Media Warga+62.My.id – Potensi ekonomi baru dari sektor pertanian mulai dilirik serius Pemkot Tasikmalaya. Tanaman sacha inchi disebut-sebut punya pasar tersendiri yang cukup besar, dengan kebutuhan mencapai 10 ton per bulan.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, turun langsung memantau kebun sacha inchi di wilayah Kawalu, Minggu (12/04/2026). Di lahan seluas sekitar 1 hektar itu, Diky mendapat penjelasan lengkap soal budidaya hingga rantai pasar tanaman yang kaya omega-3 tersebut.
“Konon tumbuhan yang juga ditanam sekitar 1 hektar di Kawalu ini sudah ada pasar tersendiri. Kebutuhan sampai 10 ton per bulannya,” ujar Diky.
Saat ini, sentra distribusi sacha inchi berada di Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, dan Kota Tasikmalaya.
Menurut Diky, yang paling dibutuhkan petani saat ini adalah kepastian pasar. Karena itu, Pemkot Tasikmalaya siap mendukung selama komoditas tersebut memberi manfaat ekonomi bagi warga dan tidak merusak ekosistem.
“Kepastian atau jaminan pasar saat ini yang sangat dibutuhkan petani. Jadi selama bisa memberi manfaat untuk masyarakat dan tidak merusak ekosistem wilayah, tentu Pemkot akan mendukung,” tegasnya.
Diky menambahkan, setiap peluang ekonomi yang ramah lingkungan layak didorong. “Setiap peluang yang bisa memberi manfaat ekonomi buat warga Tasik dan tetap ramah lingkungan, tidak beri dampak negatif, bagus-bagus dampak positif kepada alam, tentu ini hal baik,” katanya.
Ia juga menyinggung soal program pusat. Pemkot, kata Diky, harus peka dan menyikapi dengan baik agar dampak ekonominya benar-benar terasa di daerah.
“Termasuk program-program pusat, alangkah baiknya kami Pemkot peka dan menyikapinya dengan baik agar dampak ekonomi kepada wilayahnya terasa,” ucapnya.
Terkait polemik program pusat yang kerap disebut tak bisa dikerjakan daerah, Diky menegaskan posisi Pemkot. Pemerintah daerah, menurutnya, bertugas menjalankan dan memaksimalkan program yang ada.
Tujuannya jelas, mendorong peningkatan di daerah, mulai dari pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, pertumbuhan ekonomi, peningkatan perdagangan, hingga penguatan sektor pertanian.
“Pemerintah di daerah hanya harus menjalankan program dan memaksimalkan program-program yang ada agar menjamin peningkatan di daerah, baik kemiskinan, stunting, pertumbuhan ekonomi, peningkatan perdagangan, lingkup pertanian dan hal lainnya,” tutup Diky.***
