Sulap Limbah Kayu Jadi Energi, PT Semangat Nanta Energy Buka Lapangan Kerja di Lahan Gambut Tasikmalaya


Media Warga+62.My.id - PT.Semangat Nanta Energy (SNE) salah satu perusahaan Wood Pellet telah menunjukkan komitmennya dalam mengurangi sampah, khususnya limbah kayu menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

Berdiri di atas lahan gambut yang lama tak terawat di Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, PT SNE mulai beroperasi dengan misi ganda: bisnis dan pengurangan sampah. Kehadiran perusahaan ini sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar yang sebelumnya kesulitan mendapat pekerjaan tetap.  

Managemen PT.SNE, Nashir Karmain, menegaskan pendirian perusahaan bukan semata mengejar laba. “Kami ingin berkontribusi nyata bagi pemerintah dalam mengurangi sampah. Limbah kayu sudah jadi persoalan hilir yang kompleks di hampir semua daerah,” kata Nashir, Selasa (14/04/2026).  

Wood Pellet yang diproduksi PT SNE merupakan bahan bakar biomassa dari serbuk dan potongan kayu yang dipadatkan. Produk ini banyak dipakai pembangkit listrik dan industri di luar negeri sebagai pengganti batu bara karena lebih ramah lingkungan. Dengan mengolah limbah kayu, PT SNE membantu menekan volume sampah sekaligus menekan emisi karbon.  

Dalam menjalankan usaha, PT SNE didampingi Ketua Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (Perbanusa), Sodikin. Perbanusa aktif memberi arahan terkait tata kelola sampah, standar produksi, hingga jejaring pemasaran. 

“Pendampingan penting agar proses dari hulu ke hilir benar. Limbah yang masuk harus jelas sumbernya, output-nya harus memenuhi standar ekspor,” ujar Sodikin.  

Kehadiran PT SNE disambut warga Cibunigeulis. Selain menyerap tenaga kerja lokal untuk bagian produksi, pengangkutan, hingga sortir bahan baku, perusahaan juga membeli limbah kayu dari pengrajin dan mebel sekitar. Yang semula dibuang atau dibakar, kini jadi rupiah.  

Pemerintah Kota Tasikmalaya menilai model bisnis PT SNE sejalan dengan target pengurangan sampah daerah. Jika konsisten, perusahaan ini bisa memangkas beban TPA dan memberi nilai tambah ekonomi sirkular.  

Ke depan, PT SNE berencana menambah kapasitas mesin dan menggandeng lebih banyak bank sampah serta komunitas pengelola kayu bekas. “Selama masih ada limbah kayu yang terbuang, artinya masih ada peluang kerja dan peluang menjaga lingkungan,” tutup Nashir.  

Dari lahan gambut yang dulu kosong, kini berdiri pabrik yang mengubah sampah jadi energi. PT SNE membuktikan, solusi lingkungan dan ekonomi bisa jalan beriringan.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama