Media Warga+62.My.id – Pemandangan tak biasa terlihat di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu (12/04/2026). Sejumlah orang dengan tali pengaman dan helm tampak menapaki genting masjid yang menjulang. Mereka bukan pekerja bangunan, melainkan anggota Tasikmalaya Caving Community (TCC) yang tengah melakukan aksi sosial membersihkan atap masjid.
Bersama beberapa komunitas dan elemen masyarakat, TCC turun tangan mengikis lumut dan kotoran yang membuat atap masjid kebanggaan warga Tasikmalaya itu menguning. Dengan peralatan lengkap ala pecinta alam, mereka memanjat hingga ke bagian paling atas Masjid Agung, menyikat, menyemprot, dan memastikan setiap sudut genting kembali bersih.
Ketua Pelaksana kegiatan, Nisan Santoso, menyebut aksi ini lahir dari kepedulian. “Kebersihan masjid jangan hanya dilakukan di bagian dalamnya saja, tapi di bagian luarnya juga harus dirawat dan dibersihkan supaya terlihat bersih. Terlebih Masjid Agung sebagai pusat keagamaan dan peribadahan masyarakat di Kota Tasikmalaya,” jelasnya.
Menurut Nisan, Masjid Agung bukan sekadar tempat ibadah. Bangunan itu adalah ikon kota, wajah Tasikmalaya yang setiap hari dilihat ribuan mata. Sayangnya, bagian atap kerap luput dari perhatian karena letaknya yang tinggi dan berisiko. Di sinilah keahlian TCC berperan. Sebagai komunitas pecinta alam yang terbiasa dengan medan vertikal dan ketinggian, membersihkan genting masjid menjadi kerja bakti yang pas dengan kemampuan mereka.
“Ini baru pertama kali dilakukan Tasikmalaya Caving Community. Ke depan, rencananya akan rutin dilaksanakan, bahkan di masjid-masjid besar lainnya, seperti di Masjid Besar Manonjaya,” ungkap Nisan.
Aksi Minggu pagi itu berlangsung sejak pukul 07.00 WIB. Selain TCC, kegiatan juga melibatkan komunitas motor, karang taruna, hingga warga sekitar yang membantu dari bawah, menyiapkan air, menarik selang, dan mengamankan area agar jemaah tetap nyaman.
Warga yang melintas Jalan Masjid Agung banyak yang berhenti sejenak, menengadah, mengabadikan momen langka tersebut. Tak sedikit yang mengacungkan jempol. “Baru kali ini lihat atap masjid dibersihin sampai naik ke atas begitu. Bagus, jadi kelihatan terawat,” kata Deden, warga Cikalang yang kebetulan melintas.
Pengurus DKM Masjid Agung menyambut baik inisiatif itu. Selama ini pembersihan atap memang menjadi tantangan karena faktor keamanan. Kehadiran TCC yang membawa standar keselamatan lengkap membuat pekerjaan yang berisiko itu bisa dijalankan.
Bagi TCC, kegiatan ini lebih dari sekadar bersih-bersih. Ini kampanye merawat ikon kota dengan cara kolaboratif. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan masjid. Kalau yang di atas saja kita bersihkan, apalagi yang di dalam,” ujar Nisan.
Menjelang zuhur, atap Masjid Agung terlihat lebih cerah. Warna kusam berangsur hilang, tergantikan genting yang kembali terang. Aksi yang dimulai dari kepedulian sekelompok pecinta alam itu menutup akhir pekan dengan pesan sederhana: merawat rumah ibadah adalah tanggung jawab bersama, dari lantai hingga ke puncak atap.***
