Media Warga+62.My.id - Suasana Minggu pagi di Jalan Yudanegara, Kota Tasikmalaya, mendadak ramai dengan kerumunan. Warga Seladarma digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengambang di kolam taman di depan salah satu rumah makan di kawasan tersebut, Minggu (12/04/2026).
Korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya. Sang rekan kala itu tengah mencari keberadaan korban karena sudah memasuki jam aplus masuk kerja, namun korban tak kunjung terlihat.
Kecurigaan membawanya menyisir area rumah makan, hingga matanya tertuju pada kolam taman Kampung Swasana. Di sana, tubuh korban terlihat mengambang dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Temuan itu langsung dilaporkan ke pihak berwajib. Tak lama, Tim Inafis Polres Tasikmalaya Kota tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Garis polisi kuning segera membentang, menandai area kolam dan sekitarnya sebagai zona steril. Pengunjung rumah makan yang datang pun diminta menjauh demi kelancaran penyelidikan.
Kapolsek Cihideung, AKP Agus Khusaeni, membenarkan peristiwa tersebut. “Kami menerima laporan dari warga sekitar terkait penemuan mayat seorang laki-laki di kolam Taman Kampung Swasana,” ungkapnya kepada wartawan di lokasi kejadian.
Dari keterangan rekan kerja, identitas korban diketahui bernama Dani Ibo (47), warga Seladarma, Kelurahan Yudanegara, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Dani sehari-hari bekerja sebagai petugas keamanan di rumah makan tersebut. Ia dikenal disiplin dan jarang absen tanpa kabar.
“Karena itu temannya curiga. Biasanya almarhum sudah standby sebelum jam masuk,” kata salah satu karyawan yang enggan disebut namanya.
Usai dievakuasi, jenazah Dani langsung dibawa ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Polisi menyebut langkah itu diperlukan untuk identifikasi lebih lanjut sekaligus menunggu hasil pemeriksaan medis guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Hingga Minggu siang, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan mencolok pada tubuh korban. Namun polisi belum mau berspekulasi. “Semua masih kami dalami. Hasil autopsi yang akan menjawab,” tegas AKP Agus.
Kabar duka ini cepat menyebar di lingkungan Seladarma. Dani bukan sosok asing bagi warga. Ia tercatat sebagai Ketua Karang Taruna setempat dan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Mulai dari kerja bakti, pengamanan lingkungan, hingga penggalangan dana untuk warga sakit, Dani kerap berada di barisan depan.
Acong, tetangga korban, mengaku terpukul. Menurutnya, Dani memang beberapa kali mengeluh soal kesehatan belakangan ini. “Akhir-akhir ini almarhum sering bilang pusing. Tapi tetap aja kerja, tetap aktif di kampung,” ujar Acong lirih.
Kepergian mendadak Dani meninggalkan duka mendalam. Di grup WhatsApp warga, ucapan belasungkawa terus mengalir. Banyak yang tak menyangka pria yang dikenal ramah dan suka menolong itu pergi secepat ini.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah Dani masih berada di kamar jenazah RSUD dr. Soekardjo. Rencananya, setelah seluruh proses selesai, almarhum akan dimakamkan di TPU setempat. ***
