Media Warga+62My.id— Ketua Karang Taruna Kecamatan Cipedes, Eman Sulaeman, melontarkan kecaman tajam terhadap maraknya aksi kekerasan yang dilakukan kelompok geng motor. Menurutnya, situasi ini sudah meresahkan dan mengancam keselamatan warga Kota Tasikmalaya.
Pernyataan itu disampaikan Eman menanggapi peristiwa kekerasan jalanan yang belakangan kerap terjadi dan berujung pada jatuhnya korban jiwa.
“Kami sudah terlalu sering mendengar keluhan masyarakat karena ulah geng motor. Ketika kekerasan sudah sampai menghilangkan nyawa, pertanyaannya sederhana: apakah kita harus terus menunggu ada korban lagi baru aparat bergerak?” ujar Eman, Kamis (03/09/2026).
Desak Polisi Perkuat Patroli dan Pencegahan
Eman meminta Polres Tasikmalaya Kota tidak hanya bertindak setelah kejadian terjadi. Ia menekankan bahwa keamanan harus menjadi prioritas utama dan dilakukan secara preventif.
“Keamanan masyarakat tidak boleh ditunda. Patroli harus ditingkatkan, titik-titik rawan wajib dipetakan, dan setiap aksi kriminal harus ditindak tegas sesuai hukum,” tegasnya.
Ia menilai alasan “sulit dicegah” tidak bisa lagi diterima. Bagi Eman, rasa takut warga untuk keluar rumah pada malam hari adalah sinyal bahaya yang harus segera dijawab dengan tindakan nyata.
“Polisi harus hadir sebelum masyarakat jadi korban. Jangan menunggu sampai korban terus berjatuhan baru ada langkah,” katanya.
Pesan Tegas untuk Geng Motor
Selain kepada aparat, Eman juga menyampaikan pesan keras kepada kelompok geng motor yang kerap terlibat tawuran dan kekerasan.
“Jangan bangga dengan kekerasan. Jangan merasa hebat hanya karena membuat orang lain takut. Itu bukan keberanian. Keberanian itu kalau kalian bisa berkarya, berprestasi, dan memberi kontribusi positif untuk Kota Tasikmalaya,” ucapnya.
Ia mengajak para pemuda yang tergabung dalam geng motor untuk menyalurkan energi ke kegiatan produktif. Karang Taruna, kata Eman, siap memfasilitasi kegiatan kepemudaan yang membangun.
Ajak Semua Pihak Bersinergi
Ia menegaskan, kritik yang disampaikan bukan untuk menyudutkan Kepolisian. Justru sebaliknya, ini menjadi dorongan agar evaluasi keamanan dilakukan lebih serius.
“Kami siap bersinergi dengan Kepolisian, Pemerintah Kota, tokoh masyarakat, dan seluruh organisasi pemuda. Tapi sinergi itu harus diikuti aksi nyata di lapangan. Jangan sampai warga merasa dibiarkan menghadapi ancaman sendirian,” jelas Eman.
Di akhir pernyataannya, Eman menutup dengan seruan yang menggema.
“Cukup sudah korban jiwa. Cukup sudah masyarakat dibuat takut. Cukup sudah jalanan dijadikan arena kekerasan. Kota Tasikmalaya harus kembali menjadi ruang yang aman untuk semua orang,” pungkasnya.***

