Muhamad Abdul Karim Terpilih Jadi Ketua KADIN Kota Tasikmalaya Periode 2026-2031


Media Warga+62.My.id – Setelah melalui dinamika panjang di internal, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tasikmalaya akhirnya memiliki nahkoda baru. Muhamad Abdul Karim resmi ditetapkan sebagai Ketua KADIN Kota Tasikmalaya periode 2026-2031 melalui mekanisme aklamasi.

Keputusan itu diambil dalam forum Silaturahmi KADIN Provinsi Jawa Barat dengan KADIN Kota Tasikmalaya yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Metro, Sabtu (12/09/2026).

Rangkaian pemilihan sempat tertunda menyusul pengunduran diri panitia Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) beberapa waktu lalu. Kondisi itu sempat memunculkan tanda tanya di kalangan pengusaha.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan KADIN Provinsi Jawa Barat menegaskan tidak ada pembatalan Musyawarah Kota (Muskot). Yang terjadi adalah penundaan, dan hari ini forum tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

“SC dan OC mengundurkan diri. Secara aturan, jika struktur di bawah tidak hadir, maka tanggung jawab bisa dilanjutkan oleh struktur di atas atau di bawahnya melalui Rapat Pimpinan Lengkap (RPL),” jelas perwakilan KADIN Jabar.

Ia juga menyayangkan langkah pengunduran diri SC dan OC. “Itu bentuk ketidakbertanggungjawaban terhadap amanah organisasi. Penanggung jawab forum ini tetap ada, mulai dari Dewan Penasihat, Dewan Pertimbangan, Dewan Pengurus, hingga para anggota,” tegasnya.

Demi keberlanjutan roda organisasi, KADIN Provinsi Jabar menginstruksikan agar proses pemilihan tetap digelar hari ini.

“Hari ini tidak ada kata batal. Kita lanjutkan untuk kebaikan KADIN Kota Tasikmalaya lima tahun ke depan,” ujarnya di hadapan ratusan pengusaha yang hadir sejak pagi.

Instruksi itu pun disambut positif. Dalam suasana musyawarah, nama Muhamad Abdul Karim mengemuka dan akhirnya disetujui secara aklamasi oleh seluruh peserta sebagai Ketua KADIN Kota Tasikmalaya yang baru.

Terpilihnya Muhamad Abdul Karim diharapkan mampu membawa angin segar bagi iklim usaha di Kota Tasikmalaya. Dengan masa bakti 2026-2031, ia dituntut untuk merangkul seluruh elemen pengusaha, mulai dari UMKM hingga industri besar.

“Alhamdulillah saya dipercaya menjadi Ketua KADIN Kota Tasikmalaya periode 2026-2031. Ini adalah amanah besar yang harus saya jalankan sebaik mungkin selama lima tahun ke depan,” ujar Abdul Karim dalam pidato perdananya.

Dalam arahannya, Abdul Karim memaparkan visi kepemimpinannya dengan konsep _SAWARGI_: Sinergi, Adaptif, Responsif, dan Inklusif. Ia menilai konsep ini penting untuk menjawab tantangan dunia usaha saat ini.

“Tidak mudah membawa KADIN di tengah situasi sekarang. Banyak tantangan yang harus kita hadapi bersama. Karena itu perlu ada kajian dan diskusi berkelanjutan soal pola bisnis yang riil di lapangan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya iklim investasi yang kondusif. Menurutnya, Kota Tasikmalaya harus lebih ramah kepada investor. Ia mencontohkan maraknya perizinan lapangan padel belakangan ini sebagai salah satu sektor usaha baru yang perlu didukung kebijakan Pemkot.

“Pengusaha tidak bisa lepas dari kebijakan pemerintah kota. Ke depan KADIN harus bisa bersinergi sebagai mitra strategis Pemkot Tasikmalaya,” tegasnya.

Abdul Karim berharap di bawah kepemimpinannya, KADIN Kota Tasikmalaya bisa lebih kuat dan progresif. Ia mengajak seluruh anggota untuk kembali solid dan bersatu pasca Mukota V.

Sebagai langkah awal, ia berencana melakukan silaturahmi dengan mantan Ketua KADIN sebelumnya, Asep Saepulloh.

“Persatuan adalah kunci. Setelah Mukota ini selesai, kita harus merapatkan barisan untuk membesarkan KADIN dan memajukan ekonomi Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama