Remaja di Tasikmalaya Jadi Korban Kekerasan Jalanan, H.Imih Desak Patroli Intens dan Pasang CCTV


Media Warga+62.My.id - Kasus kematian seorang remaja di Kota Tasikmalaya yang diduga akibat kekerasan di jalan raya menuai kecaman luas. Aksi yang diduga dilakukan sekelompok geng motor ini dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat.

Sebagai bentuk empati, Takziah dilakukan ke rumah duka di Leuwimalang, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kamis (03/09/2026). 

Hadir dalam kunjungan tersebut Tokoh Masyarakat Kecamatan Bungursari yang juga Mantan Kepala Disdukcapil Kota Tasikmalaya, H. Imih Misbahul Munir, bersama Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Kapolsek Indihiang, Kadinsos, dan Kepala BAZNAS Kota Tasikmalaya.

Ungkapkan Duka dan Keprihatinan

Di rumah duka, para pejabat dan tokoh masyarakat terlihat berbincang langsung dengan keluarga korban untuk memberikan dukungan moril. Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga almarhum.

H. Imih Misbahul Munir menyampaikan belasungkawa sekaligus keprihatinannya atas maraknya aksi kekerasan jalanan yang belakangan terjadi.

“Kami sangat prihatin. Sudah terlalu sering kita mendengar aksi sekelompok geng motor yang mengganggu ketertiban dan sampai menghilangkan nyawa. Ini tidak bisa dibiarkan terus,” ujarnya.

Desak Penguatan Keamanan: Patroli, CCTV, dan Ronda

Menyikapi kejadian tersebut, Imih mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama jajaran Kepolisian untuk segera memperketat pengamanan.

Ia mengusulkan tiga langkah konkret. Pertama, meningkatkan intensitas patroli terutama pada malam hari di titik-titik yang selama ini dianggap rawan. Kedua, pemasangan CCTV di persimpangan dan ruas jalan strategis agar setiap aktivitas mencurigakan bisa terpantau. Ketiga, mengaktifkan kembali sistem ronda malam di tingkat RT dan RW.

“Patroli harus lebih sering. Titik rawan wajib dipasangi CCTV. Dan yang paling penting, ronda masyarakat harus dihidupkan lagi. Keamanan lingkungan itu dimulai dari kita sendiri,” tegas Imih.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan warga adalah kunci agar Tasikmalaya kembali aman dan nyaman.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BAZNAS Kota Tasikmalaya,H.Nasihin menyalurkan bantuan kepada keluarga korban. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Sementara itu, Kapolsek Indihiang yang turut hadir memastikan pihak Polres Tasikmalaya Kota akan menindaklanjuti kasus ini dan meningkatkan patroli gabungan bersama Satpol PP serta unsur kewilayahan.

Wali Kota Viman juga menegaskan komitmen Pemkot untuk menjadikan kasus ini sebagai momentum evaluasi besar-besaran terkait keamanan ruang publik.

“Kami tidak ingin ada korban lagi. Mari jaga Tasikmalaya bersama-sama agar menjadi kota yang aman bagi anak-anak kita,” pungkas Viman.

Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran terakhir. Dengan sinergi semua pihak, warga berharap jalanan Kota Tasikmalaya bisa kembali menjadi ruang yang aman, bukan arena kekerasan.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama