Media Warga+62.My.id – Suasana duka menyelimuti pemakaman penyanyi Kanaya Whu pada Minggu, 13 September 2026. Kepergian vokalis Emka 9 itu meninggalkan rasa kehilangan mendalam bagi keluarga, sahabat, hingga para penggemarnya. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun turut hadir dan menyampaikan penghormatan terakhir.
Kanaya Whu meninggal dunia di RS Hasan Sadikin Bandung setelah berjuang melawan sakit kanker. Jenazahnya kemudian dimakamkan di TPU Lengkong Sari, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, kampung halamannya.
Dedi Mulyadi Turut Mengangkat Keranda
Dalam prosesi pemakaman, Dedi Mulyadi terlihat mengenakan pakaian serba hitam lengkap dengan peci. Ia ikut mengangkat keranda hingga ke liang lahat sebagai bentuk penghormatan.
Sebelum pemakaman, Dedi juga memanjatkan doa agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Melalui unggahan perpisahan, Dedi menuliskan pesan haru untuk Kanaya.
“Surga untukmu, Teh Kanaya. Kini kau benar-benar menjadi purnama yang dirindukan. Terima kasih atas segala karya. Bahagia kini kau jelang. Selamat jalan,” tulisnya.
Amalnya Tidak Akan Dikubur
Usai prosesi pemakaman selesai, Dedi menyampaikan pesan singkat yang menyentuh. Ia meyakini bahwa kebaikan yang ditinggalkan Kanaya akan terus mengalir meskipun jasadnya telah dikebumikan.
“Teh Kanaya jasadnya memang sudah dikubur, tapi amalannya tidak akan dikubur,” ujar Dedi di lokasi pemakaman, Minggu (13/9/2026).
Bagi Dedi, Kanaya dikenal sebagai sosok yang tulus dan banyak memberi manfaat selama hidupnya. Karena itu ia ingin kenangan terhadap penyanyi tersebut tidak berhenti hanya di doa.
Wacana Bangun Masjid Kanaya
Selain doa, Dedi juga mengungkapkan rencana untuk mengabadikan nama Kanaya melalui pembangunan tempat ibadah. Ia berniat mendirikan sebuah masjid yang diberi nama Masjid Kanaya.
Rencana itu akan direalisasikan setelah 40 hari wafatnya Kanaya. Namun pembangunan masjid tersebut masih menunggu restu dari tokoh masyarakat dan pihak terkait lainnya, termasuk KDM.
“Saya yakin, Teh Kanaya diterima di sisi-Nya. Setelah 40 hari, jika diizinkan oleh tokoh masyarakat dan KDM, saya mau bangun masjid namanya Masjid Kanaya,” kata Dedi.
Menurutnya, pembangunan masjid ini merupakan bentuk penghormatan agar nama Kanaya tetap dikenang dan terus memberi manfaat bagi banyak orang.
Bagi Dedi, kepergian Kanaya bukan akhir dari semua kebaikan yang pernah dilakukan. Justru melalui amal jariyah seperti masjid, nilai-nilai dan jejak sang penyanyi diharapkan bisa terus hidup.
Kabar wafatnya Kanaya Whu di usia muda karena kanker mengundang duka luas. Kini masyarakat Tasikmalaya dan para penggemar berharap rencana pembangunan masjid atas nama Kanaya bisa segera terwujud sebagai kenangan abadi untuknya.***(NK)
