Poltekkes Tasikmalaya Ajarkan Warga Sukagalih Bikin Sabun Serai, Kuatkan Sanitasi Saat Bencana


Media Warga+62.My.id - Berada di kaki Gunung Galunggung, Desa Sukagalih, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya rawan dilanda banjir bandang hingga dampak erupsi. Saat bencana datang, bantuan biasanya fokus ke makanan dan evakuasi. Padahal aspek kebersihan dan sanitasi sering terlewat.

Melihat kondisi itu, Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya turun langsung ke desa. Rabu 29/4/2026, mereka melatih kader PKK dan tokoh masyarakat membuat sabun batang transparan berbahan minyak serai.

Sabun Antimikroba untuk Kondisi Darurat

Kegiatan dipimpin Dr. apt. Nur Aji,S.Farm., M.Farm. Sasaran utamanya adalah membangun kemandirian warga dalam memproduksi kebutuhan higiene secara mandiri ketika akses bantuan terbatas.

“Kami kembangkan sabun transparan dengan minyak serai atau Citronella oil. Kandungan sitronelal dan geraniol di dalamnya punya sifat antimikroba alami. Efektif untuk melindungi kulit dari bakteri dan jamur di masa darurat,” jelas tim pelaksana.

Selain praktik, tim juga memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan pascabencana agar terhindar dari penyakit.

Pelatihan Pakai Metode Hot Process

Proses pembuatan dilakukan secara interaktif dan aman. Warga diajak praktik langsung dengan metode hot process atau pemanasan menggunakan kompor listrik untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Di bawah bimbingan dosen, peserta yang mayoritas kader PKK mencampur bahan-bahan seperti asam stearat, minyak kelapa, gliserin, hingga minyak serai. Tim memastikan takaran dan cara pembuatan sesuai standar agar hasilnya aman dipakai.

Suasana pelatihan berlangsung antusias. Warga mencatat, bertanya, dan mencoba sendiri dari awal hingga sabun siap dicetak.

Pemahaman Peserta Naik Jadi 96%

Hasilnya memuaskan. Berdasarkan evaluasi tim, tingkat pemahaman peserta melonjak signifikan. Dari 80,71% saat pre-test menjadi 96,07% setelah pelatihan selesai.

Kenaikan itu menunjukkan warga kini lebih siap memproduksi sabun secara mandiri di lingkungan masing-masing.

Kader PKK dan tokoh masyarakat tidak hanya jadi peserta. Mereka juga akan berperan sebagai fasilitator untuk menularkan ilmu ini ke keluarga dan warga di tingkat RT/RW.

“Kami berharap ilmu ini bisa menyebar. Jadi kalau ada bencana, warga tidak bingung lagi soal sabun dan kebersihan,” kata salah satu peserta.

Pendampingan Akan Dilanjutkan

Tim Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya tidak berhenti sampai di sini. Ke depan mereka akan terus mendampingi warga Sukagalih, termasuk memastikan kualitas sabun yang dihasilkan, seperti mengecek nilai pH agar netral dan aman digunakan.

Dengan keterampilan ini, Desa Sukagalih diharapkan punya stok sabun mandiri dan budaya hidup bersih yang lebih kuat. Tujuannya satu: membuat masyarakat lebih tangguh menghadapi bencana.(Vhet)***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama