Sebanyak 10 anggota Karang Taruna mengikuti pelatihan tersebut. Tujuannya, mencetak relawan muda yang juga bisa menjadi penyebar informasi kesehatan di lingkungannya.
Sukaratu Masuk Zona Rawan Bencana
Kegiatan ini dilatarbelakangi data BPBD yang menempatkan Kecamatan Sukaratu sebagai salah satu wilayah rawan bencana. Kondisi itu mendorong pentingnya memperkuat kesiapsiagaan warga sejak dini sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.
“Kami tidak bisa menunggu bencana datang baru bergerak. Masyarakat, khususnya anak muda, harus dibekali pengetahuan agar bisa membantu diri sendiri dan orang lain saat kondisi darurat,” kata Ketua Tim Pengabdian.
Materi DAGUSIBU hingga Kesiapsiagaan Darurat
Selama pelatihan, peserta mendapatkan dua materi utama. Pertama, edukasi DAGUSIBU yaitu cara Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar saat bencana. Kedua, langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Penyampaian dilakukan secara interaktif lewat presentasi dan pamflet agar materi mudah dipahami. Peserta juga diajak berdiskusi dan simulasi ringan.
“Karang Taruna adalah kelompok yang dekat dengan warga. Kalau mereka paham, informasinya akan cepat menyebar ke RT, RW, sampai keluarga,” jelas ketua tim.
Pengetahuan Peserta Meningkat Signifikan
Hasil evaluasi setelah pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta cukup tinggi. Baik untuk materi penggunaan obat rasional maupun kesiapsiagaan bencana.
Tim dosen menilai metode yang digunakan efektif. Selain pelatihan, kegiatan ini juga menghasilkan media edukasi berupa pamflet dan bahan presentasi. Materi itu bisa dipakai kembali untuk penyuluhan di masyarakat.
Dokumentasi kegiatan juga diunggah di kanal media sosial Jurusan Farmasi Poltekkes Tasikmalaya, agar jangkauan edukasi lebih luas.
Akan Diperluas ke Masyarakat Umum
Ke depan, program serupa akan diperluas sasarannya ke masyarakat umum. 10 anggota Karang Taruna yang sudah dilatih diharapkan menjadi fasilitator lokal.
“Mereka kami dorong untuk jadi agen perubahan. Menyampaikan informasi benar tentang kesiapsiagaan dan penggunaan obat saat bencana, sehingga lahir masyarakat yang lebih tangguh,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya berharap Kabupaten Tasikmalaya memiliki lebih banyak kader muda yang siap siaga, sehingga dampak bencana bisa diminimalkan.(Vhet).***
