Out Of The Boox Hadir di Dadaha, Ajak Warga Tasikmalaya Hidupkan Lagi Budaya Baca


Media Warga+62.My.id - Upaya menghidupkan kembali minat baca masyarakat terus digencarkan. Percetakan dan penerbit buku bersama komunitas literasi menggelar kegiatan _Out Of The Boox Gudang Buku Keliling_ di Gedung Creative Center, Dadaha, Kota Tasikmalaya. Pameran buku ini akan berlangsung mulai 15 Agustus hingga 6 September 2026.

Ribuan judul buku dari berbagai genre dipajang dengan harga yang sengaja dibuat terjangkau. Tujuannya satu: mendekatkan buku ke masyarakat dan menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, Sabtu (15/8/2026). Turut hadir Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tasikmalaya, Deddy Mulyana, perwakilan penerbit, pegiat literasi, serta tamu undangan lainnya.

Buku Adalah Sumber Ilmu

Dalam sambutannya, Diky Candra menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif para penerbit yang mau turun langsung ke daerah.

“Kami sangat mengapresiasi Out Of The Boox. Ini bentuk nyata kepedulian dunia literasi untuk kembali menumbuhkan minat baca masyarakat Tasikmalaya,” ujar Diky.

Menurutnya, buku tetap menjadi sumber utama ilmu pengetahuan dan wawasan. Di tengah derasnya arus informasi digital, kebiasaan membaca buku fisik perlu terus dijaga.

“Saya mengajak seluruh masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, sampai orang tua, untuk membiasakan lagi budaya baca. Luangkan waktu 15 menit sehari untuk membaca. Dari situlah lahir generasi yang cerdas dan berkarakter,” ajaknya.

Di momen yang sama, Diky juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor. Ia menyayangkan tidak hadirnya perwakilan Dinas Pendidikan dalam pembukaan kegiatan ini.

“Padahal sekolah dan dinas pendidikan adalah garda terdepan dalam menggaungkan literasi. Harusnya kita bergerak bersama. Rumah, sekolah, dan komunitas harus satu suara mengajak anak-anak kembali ke buku,” katanya.

Jemput Bola, Dekatkan Buku ke Masyarakat

Ketua penyelenggara kegiatan, Agus, menjelaskan konsep Out Of The Boox memang dibuat jemput bola. Gudang buku keliling sengaja dibawa ke ruang publik agar warga tidak perlu jauh-jauh ke toko buku.

“Kami ingin menghilangkan jarak antara buku dan pembaca. Di sini semua kalangan bisa datang, lihat langsung, pegang bukunya, dan beli dengan harga miring. Ada buku anak, novel, agama, pendidikan, sampai buku keterampilan,” jelas Agus.

Selain penjualan, kegiatan ini juga diisi diskusi ringan, bedah buku, dan pojok baca gratis untuk anak-anak. Pengunjung bisa duduk santai sambil membaca di area yang disediakan panitia.

Agus berharap, selama tiga minggu ke depan, Gedung Creative Center bisa menjadi rumah kedua bagi pecinta buku di Tasikmalaya.

“Target kami bukan hanya jualan. Tapi bagaimana setelah pulang dari sini, orang jadi punya satu buku baru di rumah dan kebiasaan membaca mulai tumbuh lagi,” pungkasnya.

Dengan harga terjangkau dan lokasi yang mudah diakses, _Out Of The Boox_ diharapkan menjadi pemantik lahirnya komunitas baca baru di Kota Tasikmalaya.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama