OJK Tasikmalaya Ajak 91 Anggota Pramuka SMPN 1 dan 2 Cerdas Kelola Uang dan Waspada Pinjol Ilegal


Media Warga+62.My.id - Otoritas Jasa Keuangan OJK Tasikmalaya menggandeng Bank bjb Tasikmalaya untuk membekali pelajar dengan pemahaman keuangan sejak dini. Sebanyak 91 anggota Pramuka dari SMPN 1 dan SMPN 2 Kota Tasikmalaya mengikuti edukasi literasi keuangan yang digelar Kamis-Jumat, 13-14 Agustus 2026.

Kegiatan ini sengaja dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka. Tujuannya agar nilai-nilai kepramukaan seperti disiplin dan tanggung jawab bisa dihubungkan langsung dengan kebiasaan mengelola uang.

Belajar Atur Uang Saku Sejak Sekolah

Dalam sesi interaktif, Tim Edukasi OJK Tasikmalaya, Nur Izmi dan Fyrda Farida, membawakan materi “Cerdas Keuangan dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal”. Para pelajar diajak belajar hal-hal dasar namun penting.

Mulai dari fungsi OJK, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun perencanaan pengeluaran sederhana, hingga pentingnya menabung secara rutin.

“Literasi keuangan tidak perlu menunggu lulus sekolah atau sudah bekerja. Justru sejak SMP anak-anak harus dilatih membuat keputusan uang yang bijak, tahu mana yang prioritas dan tahu menyisihkan untuk tabungan,” kata Nur Izmi, Selasa 18/8/2026.

Ia menilai semangat Pramuka sangat relevan. “Di Pramuka diajarkan mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. Tiga nilai itu kalau diterapkan ke keuangan, akan membentuk pribadi yang kuat secara finansial,” tambahnya.

Waspada FOMO, FOPO, YOLO, dan Judol

Selain manajemen uang, peserta juga diajak mengenali jebakan gaya hidup. OJK mengingatkan tiga pola yang sering memicu boros di kalangan remaja: FOMO atau takut ketinggalan tren, FOPO atau takut penilaian orang, dan YOLO yang mengejar kesenangan sesaat.

“Jangan beli sesuatu hanya karena sedang viral atau supaya dianggap keren. Tanyakan dulu, butuh atau tidak,” pesan Fyrda kepada peserta.

Sesi berikutnya membahas bahaya aktivitas keuangan ilegal. OJK menjelaskan perbedaan pinjaman online yang terdaftar dan yang ilegal. Pelajar diingatkan untuk selalu mengecek legalitas lembaga sebelum menggunakan produk keuangan apa pun.

Perhatian khusus diberikan pada perlindungan data pribadi. Kode OTP, nomor KTP, dan data lainnya diminta jangan disebar ke pihak tidak dikenal.

OJK juga menyoroti maraknya judi online yang kini dikemas mirip game. Bentuknya menarik, ada iming-iming hadiah cepat, dan mudah diakses anak muda.

“Waspada tawaran keuntungan instan. Itu sering jebakan. Kenali cirinya dan jangan pernah kasih data pribadi ke aplikasi yang tidak jelas,” tegas Nur Izmi.

Harap Jadi Duta Literasi di Sekolah

OJK berharap para anggota Pramuka tidak hanya paham untuk diri sendiri, tapi juga bisa menyebarkan informasi ke teman, keluarga, dan lingkungan sekolah.

Di era digital, generasi muda dituntut punya dua bekal sekaligus: pintar mengatur keuangan dan jeli melihat risiko. 

“Dengan kebiasaan finansial sehat sejak dini, dicek dulu legalitasnya, dan tidak mudah tergiur penawaran ilegal, kita bisa cegah banyak masalah di masa depan,” tutup Nur Izmi.

Kegiatan ini menjadi langkah awal OJK Tasikmalaya bersama Bank bjb untuk menjangkau lebih banyak sekolah. Tujuannya satu: melahirkan generasi Tasikmalaya yang melek keuangan dan aman dari jerat investasi serta pinjaman ilegal.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama