Kegiatan reses ini menjadi ruang temu langsung antara wakil rakyat dengan konstituen. Puluhan warga Sukahurip hadir menyampaikan keluhan, saran, hingga harapan untuk pembangunan di lingkungannya.
Dalam dialog yang berlangsung santai namun penuh semangat, warga Sukahurip paling banyak menyoroti persoalan infrastruktur dasar. Kondisi jalan gang yang rusak, drainase yang belum tertata, dan pembangunan Posyandu menjadi catatan utama.
“Kami sudah lama mengajukan pembangunan Posyandu. Mudah-mudahan lewat reses ini bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Ketua RW 08, Heri.
Menanggapi hal itu, Hj.Nurjanah mencatat seluruh aspirasi secara detail. Ia menegaskan Komisi III DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik.
“Reses ini bukan seremonial. Semua masukan warga akan kami bawa ke rapat komisi dan kami dorong ke OPD terkait agar masuk dalam perencanaan tahun depan,” kata Nurjanah.
Selain infrastruktur, warga juga mengeluhkan akses permodalan bagi pelaku usaha kecil. Banyak ibu rumah tangga di Sukahurip yang menjalankan usaha makanan, kerajinan, dan warung kelontong namun terkendala modal.
Hj.Nurjanah menilai potensi ekonomi warga Sukahurip cukup besar terutama sentra sandal yang harus dihidupkan kembali. Menurutnya, pemerintah kota perlu hadir dengan program pemberdayaan yang berkelanjutan, bukan hanya bantuan sesaat.
“UMKM ini tulang punggung ekonomi. Kalau dibina, diberi pelatihan dan akses pasar, bisa mengangkat ekonomi keluarga. Nanti kami koordinasikan dengan Dinas Koperasi dan Diskoperindag agar ada pelatihan dan bantuan permodalan,” jelasnya.
Politisi PPP ini juga mengajak warga untuk aktif menjaga fasilitas yang sudah ada. Ia menekankan pembangunan tidak akan maksimal tanpa peran serta masyarakat dalam perawatan.
“Mari kita jaga bersama. Jalan yang diperbaiki jangan dirusak lagi, saluran jangan dibuang sampah. Kalau kita kompak, pembangunan akan terasa manfaatnya,” pesannya.
Hj.Nurjanah menutup reses dengan komitmen mengawal setiap aspirasi yang masuk. Ia berjanji akan menyampaikan hasil reses dalam rapat paripurna dan rapat kerja bersama eksekutif.
“Suara Bapak Ibu adalah amanah. Tugas saya memastikan amanah itu sampai dan diperjuangkan. Mudah-mudahan di tahun 2027 ada perubahan nyata di Sukahurip,” tegasnya.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi foto bersama.Dengan reses ini, Hj.Nurjanah berharap komunikasi antara DPRD dan masyarakat Cigantang, khususnya Sukahurip, terus terjalin. Tujuannya satu: pembangunan yang tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh warga.***
