Media Warga+62.My.id— Langit Gunung Galunggung, Senin 17/8/2026, berubah menjadi lautan Merah Putih. Sebanyak 2.681 bendera berhasil dikibarkan oleh Prajurit Yonif TP 939/Macan Putih dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Aksi ini bukan sekadar seremoni. Dari lereng hingga pos pendakian, bendera dipasang berjejer mengikuti kontur gunung. Dari kejauhan, rona Merah Putih tampak jelas membentang, menjadi simbol semangat juang yang tak pernah padam.
Kolaborasi TNI-Polri dan Pemerintah Daerah
Pengibaran ribuan bendera dilakukan sejak pagi dengan semangat dan kekompakan tinggi. Prajurit Yonif TP 939/Macan Putih turun langsung membawa, menanam, dan mengibarkan bendera di titik-titik yang telah ditentukan.
Kegiatan ini tidak berjalan sendiri. Aparat dari jajaran Polri dan unsur pemerintah setempat turut terlibat. Mulai dari persiapan logistik, pengamanan jalur, hingga koordinasi dengan masyarakat sekitar.
Sinergi itu menjadi cermin bahwa semangat kemerdekaan adalah milik bersama. Bukan hanya tugas TNI, tapi tanggung jawab seluruh anak bangsa.
Komandan Yonif TP 939/Macan Putih, Letkol Inf.Deddy Setya Wijaya, menyebut, kegiatan ini adalah wujud nyata nasionalisme prajurit. “Kami ingin menunjukkan bahwa cinta Tanah Air tidak cukup diucap. Harus dibuktikan dengan kerja nyata, sekecil apapun,” ujarnya di sela kegiatan.
Simbol Perjuangan dan Persatuan
Angka 2.681 bendera dipilih bukan tanpa makna. Setiap bendera merepresentasikan tekad untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman. Gunung Galunggung yang menjadi saksi sejarah perjuangan masyarakat Tasikmalaya, kini kembali menjadi panggung untuk menebar semangat kebangsaan.
Saat angin bertiup, ribuan bendera berkibar bersamaan. Pemandangan itu mengundang decak kagum pendaki dan warga yang melintas. Banyak dari mereka ikut berhenti sejenak, mengambil foto, dan ikut menyanyikan lagu kebangsaan.
Bagi masyarakat sekitar, kegiatan ini memberikan energi baru. “Merinding lihatnya. Rasanya bangga jadi orang Indonesia. Apalagi ini di Galunggung, tempat kita besar,” kata salah seorang warga Desa Linggasari.
Panitia berharap aksi ini bisa menginspirasi generasi muda. Bahwa menjaga kemerdekaan bukan hanya dengan upacara, tapi juga dengan menjaga persatuan, tolong-menolong, dan cinta produk bangsa sendiri.
Menjaga Semangat 17 Agustus
Pengibaran massal ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT RI di Kabupaten Tasikmalaya yang paling menyita perhatian. Selain indah secara visual, kegiatan ini juga sarat pesan moral.
Di usia 81 tahun kemerdekaan, tantangan bangsa memang berbeda. Ada tantangan ekonomi, sosial, hingga digital. Namun semangat dasarnya tetap sama: gotong royong dan tidak mudah menyerah.
Dengan 2.681 bendera yang berkibar di ketinggian Galunggung, Prajurit Macan Putih ingin mengingatkan satu hal sederhana. Bahwa Merah Putih bukan hanya warna di atas kertas. Ia adalah identitas, harga diri, dan rumah bersama.
Semoga kibaran bendera di puncak gunung ini menular ke bawah. Menjadi semangat baru bagi warga Tasikmalaya untuk terus bekerja, menjaga persatuan, dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.***
