Media Warga +62.My.id - Ratusan mahasiswa baru Universitas Padjadjaran mendapat pembekalan khusus tentang keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan Tasikmalaya. Edukasi ini digelar dalam rangkaian Pengenalan Mahasiswa Baru atau PAMUKA Unpad Tahun Akademik 2026/2027, Kamis 6/8/2026 di Aula 1 Gedung PPBS B Kampus Unpad.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu materi wajib bagi maba. Tujuannya membekali mereka agar cerdas mengelola uang sejak awal kuliah, memahami hak sebagai konsumen jasa keuangan, dan tidak mudah terjebak praktik ilegal.
Mahasiswa Jadi Target Empuk Kejahatan Finansial
Asisten Manajer OJK Tasikmalaya, Andriani Alfiah, yang hadir sebagai narasumber menyebut mahasiswa masuk kategori kelompok rawan. Gaya hidup baru, kebutuhan meningkat, dan akses digital yang luas membuat mereka sering jadi sasaran.
“Kelompok mahasiswa punya potensi besar sebagai agen perubahan. Tapi di sisi lain juga rentan. Modusnya beragam, mulai dari pinjol ilegal, investasi bodong, penipuan digital, sampai judi online,” kata Andriani.
Ia menekankan, masa kuliah adalah awal kemandirian finansial bagi banyak mahasiswa. Karena itu kebiasaan baik harus dibangun dari sekarang.
“Gunakan prinsip 2L sebelum memakai produk keuangan: Legal dan Logis. Pastikan lembaganya terdaftar di OJK, dan produknya masuk akal. Jangan sampai prestasi terganggu karena utang pinjol atau investasi abal-abal,” tegasnya.
Ingatkan Bahaya Paylater dan FOMO
Dalam sesi tersebut, OJK juga menyoroti tren penggunaan paylater di kalangan anak muda. Andriani mengingatkan agar fasilitas itu dipakai sesuai kebutuhan dan kemampuan, bukan untuk mengejar gaya hidup.
“Bijaklah memakai paylater. Jangan karena FOMO ikut tren, lalu belanja berlebihan. Selalu hitung dulu sanggup bayar atau tidak. Utang kecil hari ini bisa jadi beban besar nanti,” ujarnya.
Unpad Libatkan Instansi Eksternal di PAMUKA 2026
Kepala Kantor Pengelolaan Pendidikan Jarak Jauh Unpad sekaligus Penanggung Jawab PAMUKA 2026, Mira Trisyani Koeryaman, mengatakan tahun ini pembekalan maba berbeda dari tahun sebelumnya. Unpad sengaja menggandeng instansi luar seperti OJK untuk memberi materi yang lebih aplikatif.
“Literasi keuangan kami masukkan karena kejahatan finansial ke mahasiswa semakin marak. Kami ingin maba punya bekal, tidak hanya soal akademik, tapi juga keamanan kampus dan kesehatan,” ujar Mira.
Ia berharap, setelah mendapat edukasi ini mahasiswa bisa lebih waspada dan tidak menjadi korban pinjol ilegal maupun investasi bodong.
Cetak Agen Penyebar Literasi Keuangan
OJK menargetkan mahasiswa Unpad tidak hanya paham untuk dirinya sendiri, tetapi juga bisa menyebarkan informasi ke keluarga dan lingkungan.
“Harapannya, mereka pulang ke rumah bisa mengedukasi orang tua, saudara, dan teman. Dengan literasi yang naik, kita bersama-sama bisa menekan ruang gerak aktivitas keuangan ilegal,” tutup Andriani.
Melalui PAMUKA 2026, OJK dan Unpad ingin memastikan generasi muda Tasikmalaya dan sekitarnya siap secara intelektual sekaligus cakap secara finansial saat memasuki dunia kampus dan dunia kerja.***

