Ratusan Guru PAUD Tasikmalaya Ikuti Peningkatan Kompetensi "7 KAIH" Lewat Buku Cerita Bergambar



Media Warga+62.My.id – Ratusan tenaga pendidik PAUD se-Kota dan Kabupaten Tasikmalaya mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru dengan tema “7 KAIH” yang digelar di Hotel Horison, Jalan Yudanegara, Kota Tasikmalaya, Minggu 19/7/2026.

Kegiatan yang digagas Direktorat GTK PAUD ini mengangkat metode pembelajaran melalui buku cerita bergambar sebagai media menanamkan nilai karakter sejak usia dini.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara, Anggota DPR RI Fraksi Golkar H. Ferdiansyah, S.E, M.M, serta jajaran undangan dari unsur pendidikan.

Tema “7 KAIH” menjadi fokus utama dalam pelatihan kali ini. Melalui buku cerita bergambar, para guru dilatih bagaimana menyampaikan nilai-nilai sederhana kehidupan sehari-hari dengan cara yang mudah dipahami anak.

Anggota DPR RI H. Ferdiansyah menilai pendekatan ini sangat tepat untuk anak PAUD. Menurutnya, pendidikan karakter tidak harus dimulai dari hal besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang melekat dalam ingatan anak.

"Anak-anak perlu diajak bercerita tentang hal-hal sederhana. Misalnya bagaimana mandiri memakai baju dan sepatu sendiri dengan rapi, belajar disiplin, dan peduli lingkungan. Hal kecil seperti itu kalau dibiasakan akan membentuk karakter kuat," ujar Ferdiansyah.

Ia juga menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan. "Guru PAUD harus punya kompetensi dan menjadi contoh yang bisa ditiru anak didiknya. Karena apa yang dilakukan guru akan lebih cepat ditangkap anak daripada sekadar nasihat," tambahnya.

Ferdiansyah menyatakan dukungan penuh terhadap program peningkatan kompetensi ini. Ia berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas guru PAUD di Tasikmalaya semakin meningkat.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara turut memberikan apresiasi dan motivasi kepada para peserta. Ia menyebut guru PAUD memegang peran strategis dalam membentuk pondasi awal anak.

"Di usia emas inilah anak dibentuk iman, taqwa, dan akhlaknya. Guru PAUD adalah garda terdepan. Karena itu semangat, terus belajar, dan terus tingkatkan kompetensi," pesan Diky.

Menurutnya, penggunaan buku cerita bergambar dalam metode “7 KAIH” bisa menjadi jembatan yang menyenangkan antara guru dan anak. Cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari akan lebih mudah dipahami dan diingat.

Diky juga mendorong para guru untuk kreatif mengembangkan media pembelajaran lokal. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya mengenal nilai universal, tetapi juga budaya dan kearifan Tasikmalaya.Para guru tampak antusias berbagi pengalaman mengajar di kelas.

Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir generasi guru PAUD yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menanamkan nilai kemandirian, disiplin, dan akhlak mulia kepada anak sejak dini.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama