Saung tersebut berlokasi di Perum Mega Mutiara Tasik Regency Blok D, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.
Menariknya, nama untuk saung ini mendapat rekomendasi langsung dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar. Ia mengusulkan nama *"D'Education Saung"* atau *"Saung Edukasi"*.
Perpaduan Tradisi Sunda dan Wawasan Modern
Menurut Ade Hendar, nama "D'Education Saung" bukan sekadar gabungan kata. Di dalamnya terkandung filosofi yang menyatukan nilai lokal dan semangat global.
"Secara bahasa dan budaya, ini perpaduan yang menarik antara modernitas, keterbukaan, dan nilai-nilai Sunda," ujarnya.
Ia memaknai kata "Saung" sebagai akar tradisi masyarakat agraris. Saung dalam budaya Sunda bukan hanya tempat berteduh. Bangunannya yang sederhana, terbuka, dan berbahan alam seperti bambu dan kayu, melambangkan kesetaraan.
"Di saung semua orang bisa duduk bersama tanpa sekat status. Ada nilai _silih asih, silih asah, silih asuh_. Suasananya rileks, jauh dari kesan kaku, sehingga ilmu lebih mudah masuk karena disampaikan dengan cara membumi," jelasnya.
Sementara kata "D'Education" merepresentasikan sisi modern dan adaptif. Penggunaan bahasa Inggris dengan kemasan kekinian menunjukkan ruang ini siap menjawab tantangan zaman.
"Edukasi di sini bukan hanya soal sekolah formal. Tapi proses transfer pengetahuan yang dinamis, interaktif, dan berdampak langsung pada kehidupan nyata," kata Ade.
Ruang Temu Masa Depan yang Berakar pada Tradisi
Ade menyebut, ketika "Saung" dan "Education" disatukan, lahirlah makna "Ruang Temu Masa Depan yang Berakar pada Tradisi".
Ini menjadi manifesto bahwa mencetak generasi cerdas dan berwawasan luas tidak harus meninggalkan identitas dan kearifan lokal. Justru proses belajar terbaik bisa lahir ketika teori modern disampaikan dalam atmosfer hangat, komunal, dan dekat dengan masyarakat.
"Dengan konsep ini, D'Education Saung diharapkan bisa menjadi rumah bersama. Tempat diskusi, belajar, dan bertukar ide yang membebaskan, tapi tetap berpijak pada nilai budaya kita," pungkasnya.
Ke depan, Saung Podcast Media Warga+62 yang kini menyandang nama "D'Education Saung" direncanakan rutin menggelar obrolan tematik, kelas literasi media, hingga pelatihan keterampilan untuk warga Tasikmalaya dan sekitarnya.***
