Pengurus Baru LASQI Kota Tasikmalaya Resmi Dilantik, Fokus Garap Qosidah untuk Generasi Muda

Media Warga+62.My.id – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Seni Qosidah Indonesia DPD LASQI Kota Tasikmalaya periode 2025-2030 resmi dikukuhkan. Pelantikan berlangsung khidmat di Aula Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Kamis 16/7/2026.

Momen ini menjadi langkah awal memperkuat dakwah Islam melalui seni qosidah di Tasikmalaya, kota yang dikenal kental dengan nuansa pesantren dan nilai keagamaan.

Andi Sulanjani, S.T., M.M. dipercaya menakhodai LASQI Kota Tasikmalaya untuk masa bakti lima tahun ke depan. Dalam sambutan perdananya, Andi menegaskan tekad menghidupkan kembali gaung qosidah di berbagai lapisan masyarakat.

"Di zaman sekarang memperkenalkan qosidah ke anak muda memang tidak mudah. Justru itu PR kita bersama. LASQI harus tampil dengan karya yang segar, kekinian, namun tetap berakar pada nilai-nilai Islam," kata Andi.

Ia menargetkan pengurus baru fokus pada tiga hal utama: pembinaan grup qosidah di tiap kecamatan, pelatihan vokal dan alat musik, serta mendorong lahirnya karya lagu religi baru yang bisa menjadi identitas Tasikmalaya.

"Harapannya LASQI terus tumbuh dan konsisten menjadi media syiar. Kita ingin qosidah tidak hanya dilestarikan, tapi juga dicintai generasi muda," ujarnya.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Sekretaris DPW LASQI Jawa Barat H. Imam Nasrulloh. Ia mengingatkan bahwa LASQI merupakan organisasi kemasyarakatan yang harus bergerak mandiri.

"Jangan bergantung dan menyalahkan pemerintah terus. Kita harus kreatif, proaktif, dan membangun kolaborasi dengan semua pihak. Segera tertibkan administrasi di Kesbangpol supaya program-program LASQI bisa bersinergi dengan pemerintah," pesan Imam.

Menurutnya, kekuatan LASQI ada pada ketulusan para anggotanya. "Kalau niatnya hanya materi, sulit berkembang. Tapi kalau dari hati untuk syiar, InsyaAllah akan tumbuh dan membawa berkah," ucapnya.

Imam juga membawa kabar menggembirakan. Pada November 2026, DPW LASQI Jabar akan menggelar Festival Qosidah tingkat provinsi di Bandung dengan peserta dari 22 kabupaten/kota. Ia mendorong kontingen Tasikmalaya mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara turut hadir dan memberikan selamat kepada pengurus baru. Ia menilai keberadaan LASQI sangat relevan dengan karakter Tasikmalaya sebagai Kota Santri.

"Qosidah bukan hanya seni. Lebih dari itu, ia adalah media dakwah yang menyentuh hati. Ini penting untuk menjaga dan memperkuat nilai keagamaan di tengah masyarakat," kata Diky.

Ia menekankan pentingnya kekompakan antara pengurus, pembina, pemerintah, dan masyarakat. Dengan sinergi tersebut, qosidah di Tasikmalaya diyakini bisa naik kelas.

"Saya berharap ke depan LASQI tidak hanya melestarikan lagu-lagu lama, tapi juga mampu menciptakan karya baru yang inspiratif dan bisa dibanggakan," pungkas Diky.

Dengan struktur kepengurusan baru, LASQI Kota Tasikmalaya menargetkan program regenerasi dan pembinaan berkelanjutan agar seni qosidah tetap hidup, relevan, dan menjadi kebanggaan warga.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama