Media Warga+62.My.id - Otoritas Jasa Keuangan OJK bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang sepakat menguatkan sinergi untuk memperluas akses keuangan bagi pelajar. Langkah ini dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Sumedang Nomor 41 Tahun 2026 tentang Program Satu Rekening Satu Pelajar, atau KEJAR.
Program tersebut menyasar peserta didik mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK dan sederajat. Tujuannya jelas: mempercepat kepemilikan rekening tabungan sekaligus menanamkan budaya literasi keuangan sejak dini.
Rekening Tabungan Jadi Gerbang Literasi
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengapresiasi komitmen Pemkab Sumedang. Menurutnya, KEJAR bukan hanya soal membuka rekening, tapi juga membangun kemandirian finansial generasi muda.
"Melalui program ini, anak-anak belajar menabung, disiplin, dan merencanakan keuangan. Ini fondasi penting agar mereka siap menghadapi masa depan," ujar Nofa di Sumedang, Jumat 25/7/2026.
Nofa menilai keberhasilan Sumedang tidak lepas dari kepemimpinan daerah yang kuat dan kolaborasi lintas sektor. Mulai dari Surat Edaran Bupati, peran aktif Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah TPAKD, pembagian wilayah pendampingan sekolah, hingga keterlibatan industri jasa keuangan.
"Kabupaten Sumedang menunjukkan contoh praktik baik. Keberhasilan tidak diukur dari jumlah rekening saja, tapi juga dari sistem monitoring yang berjalan dan sinergi yang solid. Ini bisa menjadi rujukan daerah lain," jelasnya.
LKM Turut Dilibatkan, Pendampingan Sampai ke Sekolah
Selain perbankan, Pemkab Sumedang juga menggandeng Lembaga Keuangan Mikro LKM. Tujuannya agar layanan keuangan formal bisa menjangkau lebih luas, termasuk ke sekolah-sekolah di pelosok.
Melalui koordinasi TPAKD, implementasi KEJAR dilakukan dengan pendampingan langsung ke satuan pendidikan. Salah satu inovasinya adalah pembagian wilayah pendampingan. Dengan skema ini, proses pembukaan rekening, pemantauan, hingga evaluasi capaian bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyebut KEJAR sebagai investasi jangka panjang. "Menabung itu bukan hanya menyimpan uang. Di dalamnya ada nilai karakter: disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan masa depan. Karena itu kami ingin seluruh peserta didik sejak PAUD sampai SMA/SMK terlibat, agar budaya menabung jadi gerakan bersama," kata Dony.
Capai 4.761 Rekening Baru di Semester I 2026
Sinergi TPAKD membuahkan hasil nyata. Pada Semester I 2026, Program KEJAR di Kabupaten Sumedang telah melahirkan 4.761 rekening baru. Total dana yang terkumpul di rekening para pelajar mencapai Rp2,46 miliar.Angka ini menunjukkan antusiasme sekolah dan orang tua dalam mendukung program.
Ke depan, OJK bersama Pemkab Sumedang, anggota TPAKD, dan pemangku kepentingan lain akan terus memperkuat edukasi keuangan berkelanjutan, memperluas akses layanan formal, dan mengawal implementasi KEJAR.
Dengan ekosistem yang terus dibangun, diharapkan literasi dan inklusi keuangan di Sumedang semakin meningkat sejak usia dini. Pada akhirnya, ini akan mendukung terciptanya sistem keuangan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan di daerah.***

