Pemkot Tasikmalaya Berangkatkan 8 Remaja ke Jepang, Gaji 20-29 Juta


Media Warga+62.My.id - Pemerintah Kota Tasikmalaya melepas 8 siswa Program Beasiswa Pelatihan Kerja ke Jepang, Jumat sore 24/7/2026. Acara pelepasan berlangsung di Gedung PPIK, Jalan Letjen Mashudi, Kota Tasikmalaya, dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan.

Kedelapan pemuda ini merupakan peserta hasil kerja sama Pemkot Tasikmalaya dengan LPK Mulia Mandiri Abadi dan Daikokuten, perusahaan jaringan supermarket di Okayama City, Jepang.

Dalam sambutannya, Viman menyebut program ini sebagai salah satu solusi tercepat untuk menurunkan angka pengangguran terbuka di Kota Tasikmalaya.

"Hari ini kita melepas 8 anak terbaik Kota Tasikmalaya untuk mengikuti pelatihan dan bekerja di Jepang. Mereka sudah dibekali pelatihan, terutama bahasa Jepang dan keterampilan yang akan digunakan saat bekerja nanti," kata Viman.

Menurutnya, durasi pendidikan kerja di Jepang berkisar antara 6 sampai 10 bulan. Lama tidaknya tergantung pada prestasi dan kemampuan masing-masing peserta. Jika cepat mendapatkan sertifikat kompetensi, peluang untuk memperpanjang kontrak kerja juga semakin besar.

"Kami ingin program ini berkelanjutan. Mereka berangkat bukan hanya membawa nama dirinya, tapi juga membawa nama Kota Tasikmalaya dan bangsa Indonesia. Ketika kembali, ilmu dan hasil yang mereka bawa pasti berdampak untuk keluarga dan daerah," ujarnya.

Viman menegaskan, seluruh proses penempatan sudah dijamin. Mulai dari jenis pekerjaan, lokasi, hingga keberlanjutan kontrak kerja di perusahaan tujuan.

"Kali ini 8 orang kita kirim ke Dekoputen, perusahaan supermarket di Okayama City. Jadi mereka sudah tahu akan bekerja di mana dan seperti apa. Ini penting agar mereka berangkat dengan tenang dan fokus," jelasnya.

Pemkot juga memastikan ada pendampingan selama peserta berada di Jepang. Tujuannya agar mereka bisa beradaptasi dengan baik, menjaga nama baik daerah, dan kembali dengan membawa pengalaman serta keterampilan baru.

Viman berharap, setelah kembali ke Tasikmalaya, para peserta bisa menularkan ilmu yang didapat. Baik melalui pelatihan, membuka usaha, maupun bekerja di perusahaan yang membutuhkan keahlian Jepang.

"Ini investasi sumber daya manusia. Kalau mereka pulang membawa keterampilan dan etos kerja Jepang, maka itu akan menular ke teman-teman lain di Tasikmalaya," kata Viman.

Ia juga mengapresiasi LPK Mulia Mandiri Abadi yang konsisten mencetak tenaga kerja siap pakai. Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga pelatihan dan perusahaan luar negeri harus terus diperkuat.

Pemerintah Kota Tasikmalaya menargetkan jumlah peserta program pelatihan kerja ke luar negeri terus bertambah setiap tahun. Dengan begitu, pengangguran bisa ditekan dan anak-anak muda Tasikmalaya memiliki lebih banyak pilihan karier berdaya saing global.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama