Modal Saja Tak Cukup, PNM Tasikmalaya Naikkan Kelas 36 Nasabah Mekaar Lewat Studi Banding ke Garut


Media Warga+62.My.id - PT Permodalan Nasional Madani PNM Cabang Tasikmalaya membuktikan pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian pinjaman. Sebanyak 36 Ketua Kelompok Nasabah Mekaar Grade A diberangkatkan dalam program Studi Banding Eksklusif ke Rumah Susu Garut, Kabupaten Garut, Kamis, (23/7/2026).

Langkah ini diambil karena PNM melihat banyak usaha pemula yang stagnan meski sudah mendapat suntikan dana. Tanpa pengetahuan soal strategi, inovasi, dan manajemen, bisnis sulit berkembang.

"PNM meyakini pemberdayaan harus dua sisi. Ada modal finansial, ada juga modal ilmu. Karena itu kami fasilitasi nasabah untuk belajar langsung ke pelaku usaha yang sudah terbukti berhasil," kata Pemimpin Cabang PNM Tasikmalaya, Ara Koswara.

Rumah Susu Garut dipilih sebagai lokasi studi banding karena dinilai berhasil mengembangkan produk olahan susu hingga dikenal luas. 

Sepanjang kegiatan, para ketua kelompok diajak masuk ke dapur produksi untuk melihat langsung prosesnya. Beberapa materi utama yang dipelajari antara lain:

1. Standar Produksi Higienis: Cara mengolah makanan dan minuman berbahan dasar susu sesuai standar mutu dan kebersihan.  

2. Produk Andalan: Teknik pembuatan yoghurt premium yang punya daya tarik di pasaran.  

3. Kisah Perjalanan Usaha: Mendengar langsung cerita pemilik usaha tentang jatuh bangun merintis bisnis dari nol hingga besar.

Suasana diskusi berlangsung cair. Para peserta aktif bertanya dan mencatat poin-poin penting untuk dibawa pulang dan diterapkan di usaha masing-masing di Tasikmalaya.

Salah satu peserta mengaku mendapat banyak wawasan baru. "Ternyata kunci bukan hanya di rasa, tapi juga kemasan, kebersihan, dan cara jualnya. Ini ilmu yang tidak kami dapat kalau hanya di pelatihan biasa," ujarnya.

Ara Koswara menegaskan, 36 ketua kelompok yang ikut tidak boleh menyimpan ilmu sendiri. Mereka ditugaskan menjadi "agen perubahan" untuk menularkan strategi dan semangat baru kepada puluhan anggota di kelompoknya.

"Kami ingin ada efek domino. Satu orang belajar, lalu ilmunya disebar ke anggota lain. Dengan begitu dampaknya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat," jelas Ara.

Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan misi PNM untuk mendorong kemandirian ekonomi perempuan prasejahtera. Kombinasi antara pembiayaan dan pendampingan kapasitas usaha terbukti melahirkan pelaku UMKM yang lebih kreatif dan siap bersaing.

Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PKU dan TJSL PNM Tasikmalaya akan terus menggulirkan program pemberdayaan kreatif. Targetnya, melahirkan lebih banyak wirausahawan lokal di wilayah Priangan Timur yang mampu naik kelas.

"Ke depan kami akan hadirkan lagi program serupa di sektor lain. Harapannya, roda ekonomi kerakyatan terus bergerak dan nasabah PNM bisa mandiri secara usaha maupun finansial," pungkas Ara.

Dengan model pendampingan seperti ini, PNM berharap nasabah tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang menjadi pelaku usaha yang berdaya saing di era modern.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama