Media Warga+62.My.id – Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Ajengan Muda Priangan Timur masa bakti 2026-2031 resmi dilantik. Acara pengukuhan berlangsung khidmat di sebuah rumah makan di Jalan R. Ikik Wiradikarta, Yudanagara, Kota Tasikmalaya, Minggu, (19/07/2026).
Pelantikan ini dihadiri jajaran pejabat dan tokoh daerah. Tampak hadir Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Ketua DPRD Kota H. Aslim, Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari, Ketua DPRD Kabupaten Budi Ahdiat, serta sejumlah pimpinan partai politik dan undangan.
Jabatan Sebagai Amanah
Ketua Dewan Pembina GAM Priangan Timur, H. Amir Mahpud, menegaskan posisi di organisasi adalah tanggung jawab besar.
"Ini amanah yang bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada kader dan masyarakat, tapi juga di hadapan Allah SWT," ucapnya.
Menurut H. Amir, GAM lahir dari perpaduan tradisi pesantren, semangat anak muda, dan kepedulian sosial. Karena itu, gerakan ini dituntut adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Ajengan muda harus punya wawasan luas dan peka terhadap perubahan. Masyarakat sekarang tidak cukup hanya butuh ceramah. Mereka juga perlu pendampingan ekonomi, pembinaan pemuda, penguatan keluarga, dan pemberdayaan pesantren," jelasnya.
Dengan mengangkat tema "Ajengan Muda Berkhidmat untuk Negeri, Membangun Politik Kebangsaan yang Berkeadilan dan Berkeagamaan", Amir berpesan agar seluruh pengurus menjaga niat, keikhlasan, kekompakan, serta membangun organisasi yang profesional dan tertib administrasi.
Tiga Pilar Gerakan Lima Tahun ke Depan
Ketua DPP GAM, Hadits Munawir, memaparkan arah gerak organisasi. Ada tiga fokus utama: pendidikan dan sosial, ekonomi keumatan, serta politik kebangsaan.
"Di bidang pendidikan kami ingin memperkuat peran pesantren. Di ekonomi, kami mendorong lahirnya usaha-usaha umat yang berdampak langsung. Sementara di politik, GAM hadir untuk merawat kebangsaan," papar Hadits.
Ia menegaskan GAM ingin tampil dengan wajah Islam yang inklusif dan merangkul. "Kami mengintegrasikan nilai keindonesiaan, keislaman, kemanusiaan, dan kemodernan. Tujuannya membangun peradaban yang beretika, berestetika, dan kuat secara spiritual," katanya.
Hadits juga menyebut GAM akan menjadi instrumen kepekaan sosial. "Kami ingin hadir sebagai penjaga rasa aman, terutama bagi kelompok minoritas. Tentu kami masih banyak belajar dan akan terus berbenah di bawah bimbingan Dewan Pembina," ujarnya.
Dapat Dukungan Pemkot
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyambut positif pengukuhan ini. Ia berharap GAM bisa bersinergi dengan pemerintah dalam pembinaan umat, penguatan moderasi beragama, dan pengembangan ekonomi berbasis pesantren.
Dengan struktur kepengurusan baru, GAM Priangan Timur menargetkan peran yang lebih luas. Tidak hanya sebagai rumah kader pesantren, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang memberi solusi nyata bagi persoalan umat dan bangsa.***
