Silaturahmi Lewat Tongkat dan Bola, GateBall Tasikmalaya - Bandung Gelar Latihan Tanding


Media Warga+62.My.id – Halaman Balekota Tasikmalaya tidak seperti biasanya. Tidak ada antrean pelayanan, melainkan barisan pemain GateBall dengan tongkat dan bola kayu. Komunitas GateBall Tasikmalaya menerima kunjungan silaturahmi dari Durma GateBall Bandung, Sabtu, (18/07/2026).

Kehadiran rombongan dari Kota Kembang itu disambut hangat oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, bersama pengurus Komunitas GateBall Tasikmalaya. Acara ini dikemas bukan hanya sebagai temu kangen, tapi juga pertandingan persahabatan untuk memperkuat ikatan antar komunitas.

Dalam sambutannya, Diky Candranegara mengapresiasi konsistensi komunitas GateBall dalam menghidupkan aktivitas olahraga di Tasikmalaya.

"Kami menyambut baik kunjungan dari Durma GateBall Bandung. Ini menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi jembatan silaturahmi antar daerah," kata Diky.

Menurutnya, GateBall memiliki keunikan tersendiri. Olahraga asal Jepang ini inklusif dan bisa dimainkan siapa saja, dari usia muda sampai lansia, tanpa menuntut fisik yang berat namun tetap mengasah strategi dan kekompakan tim.

"Harapannya, kegiatan ini memberi dampak positif bagi perkembangan olahraga di Tasikmalaya. Semangat berolahraga warga meningkat, dan nama Tasikmalaya semakin dikenal di kancah GateBall regional," ujarnya.

Ketua Komunitas GateBall Tasikmalaya, H. Rahmat Kurnia, menyebut pertemuan ini sebagai ajang silaturahmi dan latihan tanding.

"Tujuan utamanya mempererat persaudaraan. Sekaligus ini bagian dari ikhtiar kami mewujudkan Tasik Gemas, Tasikmalaya Gemilang dan Sejahtera, lewat pembinaan olahraga masyarakat," jelas Rahmat.

Ia menuturkan, GateBall di Tasikmalaya terus mengalami perkembangan. Latihan rutin digelar dan tim sudah beberapa kali turun di kejuaraan. Namun PR terbesarnya adalah sosialisasi.

"Banyak yang belum kenal GateBall. Padahal ini olahraga yang seru, penuh strategi, dan tidak butuh tenaga ekstra. Cocok untuk semua kalangan. Lewat kegiatan seperti ini kami ingin masyarakat jadi penasaran dan mau mencoba," katanya.

Rahmat berharap ada dukungan dari pemerintah kota, terutama ketersediaan lapangan yang representatif.

" Musim kemarau ini rumputnya menguning, untuk itu saya berharap bisa disiram secara rutin agar rumputnya menghijau," harapnya.

Setelah sesi ramah tamah, kedua tim langsung turun ke lapangan. Tidak ada tensi kompetisi tinggi. Yang terdengar justru canda, tawa, dan saling memberi semangat setiap kali bola berhasil dipukul melewati gawang.

Momen ini juga menjadi pengalaman pertama bagi sebagian anggota Durma GateBall Bandung berkunjung ke Tasikmalaya.

Ketua Dewan Pembina Korps Alumni Mahasiswa Sunda, Maman Husen Wangsaatmaja, menyebut kunjungan ini sangat berkesan.

"Kami pulang membawa ilmu baru dan banyak teman. Mudah-mudahan ini jadi awal kerja sama yang lebih rutin," ujar Maman.

Ia juga menyoroti sisi lain dari olahraga ini. "Selain menyehatkan, lapangan GateBall bisa berfungsi sebagai area resapan air. Ini bisa membantu upaya penanggulangan banjir. Jadi sangat bagus kalau olahraga ini digaungkan di tiap wilayah," tambahnya.

Dengan semangat kolaborasi, Komunitas GateBall Tasikmalaya optimistis olahraga ini akan terus berkembang. Bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga sebagai sarana menjaga kesehatan dan mempererat kebersamaan warga.

"Komunitas kami terbuka untuk umum. Silakan yang mau latihan atau sekadar ingin tahu bisa datang. Mari jaga kesehatan, jaga silaturahmi, dan jaga semangat kebersamaan melalui GateBall," pungkas Rahmat.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama