Penampilan Tari Jaipong Anak Sanggar Sentra Manik Pakuan Curi Perhatian di Acara Kompetensi Pendidik PAUD


Media Warga+62.My.id – Suasana Hotel Horison Kota Tasikmalaya, Minggu 19/7/2026, mendadak semarak. Anak-anak dari Sanggar Sentra Manik Pakuan tampil memukau membawakan tari Jaipong untuk menyambut para tamu undangan dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi Pendidik PAUD.

Penampilan energik dan luwes para penari cilik itu langsung mengundang tepuk tangan. Turut hadir menyaksikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara, Anggota DPR RI H. Ferdiansyah, S.E, M.M, serta ratusan guru PAUD se-Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Prestasi Jaipong Hingga Tingkat Nasional

Salah satu penari, Naura Anaya Putri dari group Putri Manik Sanggar Sentra Manik Pakuan, mengaku sudah mencintai tari sejak duduk di TK. Kecintaannya itu kemudian ia asah lebih serius di Sanggar Sentra Manik Pakuan.

"Saya senang menari. Dari kecil sudah suka lihat Jaipong, lalu belajar di sanggar," ujar putri dari pasangan Yeyet dan Yoki ini.

Berkat latihan rutin, Naura dan empat rekannya sudah malang melintang di berbagai ajang. Mereka pernah meraih Juara 2 tingkat Jawa Barat dan Juara 1 tingkat Nasional untuk kategori tari Jaipong anak.

Yeyet, orang tua Naura, mengaku bangga dengan pencapaian putrinya. Ia memastikan hobi menari tidak mengganggu kegiatan belajar di sekolah.

"Saya dukung penuh. Justru dengan menari anak jadi lebih disiplin, percaya diri, dan manajemen waktunya bagus. Belajar tetap jalan," ujar Yeyet.

Wakil Wali Kota: Harus Jadi Motivasi Melestarikan Budaya

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, yang menyaksikan langsung penampilan anak-anak sanggar, mengaku kagum. 

"Jarang sekarang anak-anak yang masih mau menekuni seni tradisional seperti Jaipong. Ini luar biasa. Gerakannya bagus, ekspresinya dapat," ucap Diky.

Ia menilai pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan orang dewasa. Peran anak muda dan anak-anak sangat penting agar kesenian daerah tidak punah.

"Prestasi yang diraih Naura dan teman-teman harus jadi motivasi bagi anak lain. Mari terus berkarya, terus belajar, dan ikut menjaga budaya kita," pesannya.

Diky juga mengapresiasi peran sanggar dan para guru PAUD yang terus mendorong anak mengenal seni sejak dini. Menurutnya, kegiatan seperti Peningkatan Kompetensi Pendidik PAUD ini bisa menjadi ruang untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap seni dan budaya lokal.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Sorak semangat dari para guru PAUD menambah hangat suasana. Dari panggung kecil di Hotel Horison, pesan yang disampaikan jelas: Jaipong masih hidup, dan masa depannya ada di tangan anak-anak Tasikmalaya.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama