Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Optimalkan Posyandu Remaja Lewat Aplikasi "Menstruasi Sehat"


Media Warga+62.My.id – Dua dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menggelar pengabdian masyarakat untuk membantu remaja putri memahami kesehatan reproduksi. Kegiatan bertema "Optimalisasi Posyandu Remaja dengan Pemanfaatan Aplikasi Menstruasi Sehat sebagai Upaya Penanganan Dismenore di Kota Tasikmalaya" ini dilaksanakan di SMP Terpadu Bugelan, Kota Tasikmalaya,pada tanggal 20 Mei 2026.

Tim pengabdi terdiri dari Herni Kurnia, S.ST.,M.Keb dan Nunung Mulyani, APP., M.Kes. Fokus kegiatan adalah memberikan edukasi menstruasi dan cara penanganan nyeri haid dismenore melalui media digital yang mudah diakses remaja.

Remaja Sehat, Kunci Bonus Demografi 2030

Herni Kurnia mengatakan remaja merupakan calon generasi produktif yang harus disiapkan sejak dini. Data BPS 2021 mencatat 64,92 juta jiwa atau 23,9% populasi Indonesia adalah remaja.

"Remaja sehat adalah investasi masa depan bangsa. Jika kesehatan reproduksi dipersiapkan dari sekarang, maka bonus demografi 2030 bisa melahirkan generasi yang produktif, kreatif, dan berdaya saing," ujar Herni.

Memasuki usia remaja, anak perempuan mengalami perubahan fisik salah satunya menstruasi. Nyeri saat haid atau dismenore menjadi keluhan paling umum. WHO 2020 mencatat 90% wanita mengalami dismenore. Di Indonesia angkanya mencapai 60-70%, sementara di Jawa Barat 53%.

Studi awal di wilayah kerja Puskesmas Sangkali menunjukkan 8 dari 10 remaja mengalami dismenore. 5 di antaranya mengalami nyeri sedang hingga berat sampai tidak masuk sekolah. 9 dari 10 remaja juga tidak tahu cara penanganan yang tepat.

Kenalan dengan Aplikasi Menstruasi Sehat

Melihat kondisi itu, tim Poltekkes memperkenalkan aplikasi berbasis android "Menstruasi Sehat". Aplikasi ini berisi informasi siklus menstruasi, perawatan saat haid, gangguan menstruasi, hingga panduan penanganan dismenore non-farmakologi yang disertai gambar.

Ada juga menu konsultasi langsung yang terintegrasi dengan WhatsApp tim peneliti. Penelitian Herni dan Laila 2023 membuktikan aplikasi ini efektif meningkatkan pengetahuan dan mengurangi nyeri haid pada remaja.

Edukasi di SMP Terpadu Bugelan diisi dengan sosialisasi, instalasi aplikasi, demonstrasi, dan praktik penanganan dismenore seperti senam dismenore.

Rangkaian program selanjutnya meliputi pembentukan Kelas Remaja Putri di Posyandu Remaja Kelurahan Tamanjaya dan pembentukan Duta Remaja Putri SEHATI "Sehat Reproduksi". Para duta ini bertugas mensosialisasikan informasi kesehatan reproduksi ke seluruh remaja di wilayah Puskesmas Sangkali.

"Kami juga akan lakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat peningkatan pengetahuan remaja tentang menstruasi dan cara penanganan dismenore," jelas Nunung Mulyani.

Target Luaran dan Keberlanjutan

Luaran wajib dari kegiatan ini berupa artikel di media massa, video kegiatan, dan peningkatan pengetahuan remaja putri. Luaran tambahan berupa Hak Kekayaan Intelektual HKI untuk video edukasi.

Program ini diharapkan berkelanjutan. Duta SEHATI akan rutin melakukan sosialisasi, sementara mitra dari posyandu dan sekolah memfasilitasi sarana kegiatan.

Dengan pemanfaatan teknologi, diharapkan remaja putri di Tasikmalaya tidak lagi pasrah saat nyeri haid, tapi mampu menangani secara mandiri dan tetap aktif beraktivitas.(Vhet)***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama