Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Perkenalkan "ALSTIBER" untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Bayi Usia 9-15 Bulan

Media Warga+62.My.id – Masa lima tahun pertama kehidupan disebut sebagai "masa keemasan" atau golden period. Di usia ini otak anak sangat plastis dan peka terhadap lingkungan. Karena itu stimulasi yang tepat sangat menentukan tumbuh kembang anak ke depan.

Melihat pentingnya hal tersebut, dua dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Herni Kurnia,S.ST.,M.Keb dan Nunung Mulyani, APP., M.Kes, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Sangkali pada tanggal 18 Mei 2026. Fokusnya adalah optimalisasi penggunaan alat bantu stimulasi berjalan ALSTIBER bagi bayi usia 9-15 bulan.

Pentingnya Stimulasi di Masa Kritis

Menurut Herni Kurnia, berbeda dengan otak orang dewasa, otak balita lebih terbuka untuk pembelajaran. Namun sisi negatifnya, otak balita juga lebih rentan terhadap faktor lingkungan yang tidak mendukung seperti gizi tidak adekuat, kurang stimulasi, dan minim pelayanan kesehatan.

"Jumlah balita di Indonesia mencapai sekitar 10% dari total populasi. Karena itu pembinaan tumbuh kembang secara komprehensif harus dilakukan sejak dini melalui stimulasi, deteksi dan intervensi dini," ujarnya.

Salah satu tahapan tumbuh kembang yang paling dinantikan orang tua adalah kemampuan berjalan. Untuk bisa berjalan mandiri, bayi membutuhkan dukungan fisik, mental, semangat, serta alat bantu yang memudahkan orang tua dalam melatih.

Berdasarkan studi pendahuluan kepada 10 orang ibu di Puskesmas Sangkali yang memiliki bayi usia 9-15 bulan, 8 orang di antaranya merasa lelah dan malas melakukan stimulasi berjalan secara manual. Mereka harus mengangkat tubuh bayi agar kakinya lurus dan berjinjit selama 5-15 menit.

"Ini tentu memberatkan, apalagi jika berat badan bayi sudah besar. Dari sinilah muncul ide untuk memperkenalkan alat bantu," kata Nunung Mulyani.

Mengenal ALSTIBER, Alat Bantu Stimulasi Berjalan

ALSTIBER merupakan singkatan dari Alat Bantu Stimulasi Berjalan. Alat ini merupakan hilirisasi hasil penelitian Nunung Mulyani bersama Dr. Hj. Yati Budiarti dan Helmi Diana.

Tujuan ALSTIBER adalah memudahkan orang tua atau pengasuh melatih bayi berjalan, sekaligus membuat proses latihan terasa lebih nyaman dan menyenangkan bagi ibu dan anak. Dengan alat ini, orang tua tidak perlu lagi mengangkat bayi dalam waktu lama.

Dalam kegiatan pengabdian, tim dosen melakukan beberapa rangkaian program. Dimulai dengan pendidikan kesehatan tentang tumbuh kembang balita kepada orang tua dan pengasuh. Sebelumnya dilakukan pre test dan setelahnya post test untuk mengukur peningkatan pengetahuan.

Selanjutnya tim mensosialisasikan ALSTIBER kepada petugas puskesmas, kader kesehatan, serta orang tua. Dilanjutkan dengan pelatihan dan demonstrasi penggunaan alat, praktik langsung kepada bayi usia 9-15 bulan, hingga monitoring dan evaluasi.

Data Puskesmas Sangkali per Mei 2024 mencatat ada 289 orang tua yang memiliki bayi usia 9-15 bulan, terbanyak di Kelurahan Tamanjaya sebanyak 45 orang. Karena itu target sosialisasi diprioritaskan di wilayah tersebut.

Target Luaran dan Keberlanjutan

Luaran wajib dari kegiatan ini meliputi artikel di media massa cetak/elektronik, video kegiatan, dan peningkatan pengetahuan serta keterampilan orang tua dalam stimulasi berjalan. Luaran tambahan berupa publikasi ilmiah di jurnal nasional, HKI video kegiatan, dan buku panduan penggunaan ALSTIBER.

"Kami berharap ALSTIBER bisa diterima masyarakat dan menjadi solusi agar stimulasi berjalan bisa dilakukan secara rutin tanpa membuat orang tua kelelahan," jelas Nunung.

Keberlanjutan program akan didukung kader kesehatan dan petugas puskesmas. Mereka akan terus memantau penggunaan ALSTIBER dan memberikan edukasi kepada orang tua baru.

Dengan stimulasi yang tepat sejak dini, diharapkan anak-anak di Kota Tasikmalaya dapat tumbuh kembang optimal secara fisik, mental, dan siap memasuki jenjang pendidikan formal dengan lebih siap.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama