Media Warga+62.My.id - Aktivitas guru PAUD Harapan Jaya yang tiap pagi menarik kabel ke rumah warga dan mencabutnya lagi saat sore kini sudah berakhir. Lembaga pendidikan anak usia dini di Kampung Citaman, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Bungursari itu akhirnya resmi memiliki sambungan listrik sendiri.
Peresmian ditandai dengan penyerahan bantuan pemasangan listrik gratis daya 450 VA secara simbolis pada Rabu (29/7/2026). Bantuan diserahkan Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Dapil Tawang-Cihideung-Bungursari Kepler Sianturi bersama PLN ULP Tasikmalaya Kota.
Dari Colok Kabel ke Saklar Sendiri
Selama ini PAUD Harapan Jaya belum memiliki meteran listrik mandiri. Untuk kegiatan belajar mengajar, para guru harus pinjam arus dari tetangga.
"Kami menerima aspirasi warga. Saat turun ke lapangan saya prihatin masih ada lembaga PAUD yang belum punya listrik sendiri. Karena itu langsung kami komunikasikan dengan PLN," ujar Kepler Sianturi saat ditemui di Citaman, Kamis (30/7/2026).
Politisi PDI Perjuangan itu menyebut bantuan ini merupakan tindak lanjut aspirasi masyarakat sekaligus dukungan terhadap program prioritas Gubernur Jawa Barat "Jabar Caang".
Menurut Kepler, total ada 10 titik bantuan listrik yang diusulkan dari daerah pemilihannya. Sasarannya warga kurang mampu dan lembaga pendidikan PAUD. Ia mengapresiasi PLN yang merespons cepat dan memasang tanpa biaya.
"Ke depan saya akan dorong agar penerima bantuan juga bisa dapat subsidi token, supaya tidak memberatkan biaya bulanan," katanya.
Saluran Lewat Program Light Up The Dream
Manager PLN ULP Tasikmalaya Kota Nanda Yoni Ardiana menjelaskan bantuan ini disalurkan melalui program Light Up The Dream LUD. Dana pemasangan murni berasal dari donasi swadaya pegawai PLN.
"Daya standar yang kami berikan 450 VA. Tapi jika penerima belum masuk DTKS, kami fasilitasi ke daya 900 VA," jelas Nanda.
Ia menambahkan cakupan program ini luas. Mulai dari rumah tangga tidak mampu, sekolah, madrasah, hingga yayasan sosial. Setelah data masuk dan diverifikasi, proses pemasangan hingga menyala rata-rata memakan waktu sekitar dua minggu.
"Kami berharap listrik ini bisa mendukung kegiatan belajar-mengajar di PAUD Harapan Jaya dan lembaga lainnya," ujarnya.
Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Teti Rohayati juga mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia berharap program serupa bisa menyasar Kelompok Bermain Kober di wilayah pelosok yang masih kekurangan penerangan.
Sekarang Tinggal Pencet Stop Kontak
Rasa syukur disampaikan Ketua Pengelola PAUD Harapan Jaya, Eni Aeni. Sudah 19 tahun lembaga ini berdiri di atas lahan 7 bata tanpa memungut biaya pendaftaran. Operasional hanya mengandalkan iuran sukarela orang tua maksimal Rp5.000 per minggu untuk uang jajan guru dan fotokopi.
"Alhamdulillah, bungah pisan. Dulu capek harus nyolok-nyabut kabel dua kali sehari. Sekarang mah tinggal pencet stop kontak saja," ungkap Eni penuh haru.
Eni juga mengucapkan terima kasih kepada Kepler Sianturi dan PLN. "Prosesnya cepat. Jumat jam dua siang dipasang, langsung nyala, token juga langsung diisi. Hatur nuhun," tutupnya.
Dengan adanya listrik mandiri, kegiatan belajar di PAUD Harapan Jaya diharapkan semakin lancar. Mulai dari menyalakan kipas, lampu, hingga menggunakan media pembelajaran berbasis digital.***

