Sule ke Kota Tasikmalaya, Syuting Film "Damkor" Bareng Pelajar SMK Sambil Isi Waktu Kosong


Media Warga+62.My.id — Komedian Sule hadir di Kota Tasikmalaya, Kamis 30/7/2026. Kedatangannya semula untuk mengisi acara Sertijab Kapolres Tasikmalaya Kota yang dijadwalkan malam itu. Namun karena ada perubahan jadwal dari panitia, acara resmi itu diundur menjadi Jumat malam 31/7/2026.

Daripada menganggur, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara mengajak Sule memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan produktif. Hasilnya, lahirlah proses syuting film pendek di area Inspektorat Kota Tasikmalaya.

Syuting "Pemadam Korupsi" Libatkan Pelajar SMK Al Ikhwan

Film berjudul "Pemadam Korupsi" atau Damkor ini digarap bersama siswa-siswi SMK Al Ikhwan. Tema yang diangkat seputar pencegahan korupsi di lingkungan anak muda.

Kehadiran Sule kali ini memang berbeda. Ia tidak hanya tampil di atas panggung seremonial, tapi langsung turun berakting dan berinteraksi dengan para pelajar.

"Saya senang sekali bisa ketemu langsung Kang Diky Chandra dan Teh Rani setelah lama tidak berjumpa," kata Sule usai syuting.

Pelawak asal Cimahi itu mengaku tertarik dengan konsep film tersebut. "Ini beda. Kita bikin film tapi isinya pesan untuk anak muda, tentang pentingnya jujur dan anti korupsi," ujarnya.

Di sela kegiatan, Sule juga menyempatkan memuji kuliner Tasikmalaya. "Kalau soal makanan mah jangan ditanya. Tasik gudangnya kuliner enak. Saya sering ke sini, paling suka Nasi T.O," ucapnya sambil tertawa.

Dua Film Edukasi untuk Sosialisasi Pemerintah

Wakil Wali Kota Diky Candranegara menjelaskan, film Damkor merupakan bagian dari upaya Pemkot memperkuat sosialisasi hukum. Selain korupsi, Pemkot juga menyiapkan film dengan tema KDRT sebagai media edukasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga

"Kami ingin kasih ruang ke anak-anak sekolah untuk akting bareng artis. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk memotivasi mereka bahwa anak Tasik juga bisa berkarya," kata Diky.

Ia berharap kehadiran figur publik seperti Sule bisa menjadi pemicu semangat kreativitas pelajar. Lebih dari itu, Diky juga menargetkan efek ekonomi. 

"Kalau tamu dan kegiatan terus datang ke Tasik, UMKM, hotel, dan kuliner pasti bergerak. Mudah-mudahan ini juga mendongkrak PAD kita," katanya.

Idenya Muncul dari Obrolan dengan Pelajar

Pegiat budaya sekaligus produser film ini, Asep Ebit Mulyana atau akrab disapa Ebit, menceritakan awal mula proyek tersebut. Ide muncul saat anak-anak SMK bertemu Diky sebelum berangkat ke Bandung untuk kegiatan perfilman. Dalam obrolan itu, para siswa mengaku mampu memproduksi film pendek.

"Dari situ muncul gagasan bikin dua film besar. Satu tentang KDRT, satu lagi pencegahan korupsi," ujar Asep.

Kedua film tersebut rencananya akan diputar di berbagai kegiatan sosialisasi yang digelar pemerintah, instansi, hingga komunitas masyarakat. 

Asep berharap hasil karya anak Tasik ini juga masif diunggah di media sosial agar pesan edukasinya menjangkau lebih luas.

Dengan durasi singkat namun pesan kuat, Pemkot Tasikmalaya optimis film Damkor dan film KDRT bisa menjadi media kampanye yang dekat dengan anak muda.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama