Media Warga+62.My.id – Tangis haru dan senyum bangga berpadu di halaman TKIT Al-Washliyah, Jalan Gunung Manggu, Parhon, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu, (21 Juni 2026). TKIT dan MDTU 2 Al-Washliyah menggelar Pelepasan dan Kenaikan Kelas peserta didik tahun ajaran 2025-2026 dengan tajuk “Jadilah Bintang Masa Depan, Generasi Emas yang Agamis”.
Dari total 67 siswa, sebanyak 34 anak dinyatakan lulus dan siap melanjutkan ke jenjang berikutnya. Satu per satu mereka naik ke panggung, menerima piagam dan medali sambil disambut pelukan orang tua. Suasana makin syahdu saat lagu perpisahan dilantunkan. Tak sedikit wali murid yang mengusap air mata.
Ketua Yayasan Al-Washliyah, H. Fahrurrozi Lubis, mengatakan acara ini sudah menjadi agenda rutin tahunan. Tujuannya jelas, memberi motivasi dan penghargaan bagi siswa yang telah menuntaskan pembelajaran.
“Ini bukan sekadar seremonial. Kami ingin anak-anak merasa dihargai. Bahwa belajar itu penting dan kelulusan adalah awal, bukan akhir,” ujarnya.
Kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, menambah semangat acara. Fahrurrozi menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah kota terhadap lembaga pendidikan Islam. Menurutnya, sinergi antara yayasan dan pemkot jadi kunci mencetak generasi unggul.
Dalam sambutannya, Fahrurrozi menegaskan pentingnya keseimbangan ilmu. “Bekal masa depan anak-anak adalah ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Keduanya harus sejalan. Tanpa agama, pintar saja tidak cukup. Tanpa ilmu umum, agama sulit diamalkan di tengah zaman,” katanya.
Ia juga menitipkan harapan kepada pemerintah agar lebih serius memperhatikan dunia pendidikan, baik peserta didik maupun tenaga pendidik. Saat ini TKIT dan MDTU 2 Al-Washliyah memiliki 47 tenaga pendidik. Namun baru 9 orang yang sudah bersertifikasi. “Kami butuh dorongan agar guru-guru bisa ikut sertifikasi. Kesejahteraan guru berpengaruh langsung ke kualitas mengajar,” tambah Fahrurrozi.
Wakil Wali Kota Diky Candranegara mengapresiasi kiprah Al-Washliyah yang konsisten membina anak sejak usia dini. Ia memotivasi para lulusan cilik untuk terus semangat belajar.
“Kalian adalah bintang masa depan. Jadilah generasi emas yang agamis, cerdas, dan berakhlak. Jangan berhenti belajar setelah ini,” pesan Diky di hadapan siswa dan orang tua.
Acara ditutup dengan penampilan kreasi seni dari siswa. Ada tari daerah, hafalan surat pendek, hingga drama musikal bertema cita-cita. Gemuruh tepuk tangan mengiringi setiap penampilan.
Pelepasan tahun ini bukan sekadar perpisahan. Ia adalah penegasan komitmen Al-Washliyah melahirkan generasi yang siap bersinar, membawa nilai agama dan ilmu pengetahuan untuk masa depan Tasikmalaya.***
