Media Warga+62.My.id – Isak tangis dan senyum bahagia bercampur jadi satu di halaman SD Islam Al Jamal, Pamijahan, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kamis 18 Juni 2026. Sekolah menggelar Wisuda Tahfidz dan Pelepasan Siswa-Siswi Kelas VI yang berlangsung khidmat sekaligus meriah.
Acara dihadiri ketua dan pengurus yayasan, perwakilan Dinas Pendidikan, guru,dan para orang tua, serta tamu undangan. Beragam kreasi seni dari siswa menambah semarak suasana. Ada tari, puisi, hingga lantunan ayat suci yang membuat hadirin terpukau.
Dalam sambutannya, Kepala SD Islam Al Jamal, Uen, A.Ma, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas kelulusan anak didiknya. Tahun ini 55 siswa kelas VI resmi menuntaskan pendidikan. Tak hanya itu, mereka juga diwisuda sebagai penghafal Al-Qur’an.
“Capaian tahfidz anak-anak beragam, mulai dari 1 hingga 30 juz. Ini prestasi luar biasa,” ujarnya.
Uen berpesan agar para alumni terus menjaga marwah dan nama baik almamater di mana pun berada. Ia mendoakan seluruh lulusan agar tercapai cita-citanya.
“Jadilah generasi penerus yang berprestasi, berakhlakul karimah, serta membanggakan orang tua, sekolah, dan masyarakat,” pesannya.
Alfio Fayza, salah satu siswa , mengaku bersyukur bisa lulus. Namun ia tak kuasa menahan sedih. “Senang sudah lulus SD, tapi sedih harus berpisah dengan teman-teman dan guru yang sudah membimbing kami selama ini,” ucapnya lirih.
Mewakili orang tua, Elis Mulyati menyampaikan terima kasih mendalam kepada para guru. “Jasa guru tak ternilai. Mereka mendidik dan membimbing anak-anak kami dengan sabar,” katanya.
Elis berharap para lulusan tumbuh jadi generasi cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. “Pintar saja tidak cukup. Akhlak adalah yang utama,” tegasnya.
Puncak acara ditandai dengan pelepasan balon ke udara. Simbol cita-cita setinggi langit. Sebelum balon dilepas, Uen mengingatkan satu hal penting.
“Keberhasilan hanya Allah yang menentukan. Maka jangan pernah lupa pada Sang Pencipta,” tuturnya.
Momen paling menguras air mata terjadi saat mushafahah. Siswa bersalaman, memeluk guru-guru mereka. Tak sedikit siswi yang menangis terisak. Enam tahun kebersamaan di SD Islam Al Jamal harus berakhir, meninggalkan kenangan dan ilmu yang akan dibawa ke jenjang berikutnya.
Wisuda Tahfidz dan Pelepasan Kelas VI SD Islam dan MDTU Al Jamal bukan sekadar seremoni. Ia jadi penanda tuntasnya satu fase, sekaligus awal perjalanan baru para siswa menuju masa depan. Dengan bekal ilmu, hafalan, dan akhlak, mereka dilepas untuk menggapai cita-cita.***
