Media Warga+62.My.id – Semarak tahun baru 1448 Hijriyah terasa kuat di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Ribuan warga tumpah ruah memadati Lapangan RW 17 Perum Kota Baru, Senin malam 15 Juni 2026, mengikuti rangkaian Pawai Obor dan Pengajian Akbar.
Sejak ba’da Magrib, suasana sudah ramai. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berbaris rapi membawa obor. Cahaya api yang berpendar di sepanjang jalan perumahan menjadi penanda datangnya 1 Muharam. Gema takbir dan selawat mengiringi langkah kaki warga yang berjalan tertib mengelilingi lingkungan. Pawai berakhir di lapangan utama yang langsung dilanjutkan Tabligh Akbar.
Ketua Panitia Pelaksana, Mulyanto, mengatakan kegiatan ini sudah menjadi tradisi tahunan warga Kota Baru. “Ini acara puncak. Sebelumnya kami gelar berbagai lomba, mulai MTQ, lomba azan, hafalan surat pendek, pildacil, sampai olahraga voli dan tenis meja,” jelasnya.
Menurut Mulyanto, tujuan utama kegiatan bukan sekadar seremonial. Lebih dari itu, menjadi sarana memperkuat syiar Islam sekaligus merajut ukhuwah antarwarga.
“Alhamdulillah acara berjalan lancar. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah berpartisipasi dan menyukseskan kegiatan ini,” ucapnya.
Antusiasme warga terlihat jelas. Tenda pengajian penuh sesak. Para ibu membawa anak-anaknya, para bapak dan remaja ikut berjaga mengatur arus pawai. Kebersamaan itu yang membuat Lurah Kota Baru, Cucu, S.Sos, menyampaikan apresiasi tinggi.
“Saya bangga dengan kekompakan warga. Kegiatan seperti ini positif. Selain mengenalkan makna hijrah kepada generasi muda, juga menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan,” kata Cucu.
Ia berharap tradisi menyambut tahun baru Islam dengan kegiatan keagamaan dan sosial terus dijaga. Sebab, momentum 1 Muharam menjadi pengingat untuk hijrah ke arah yang lebih baik, baik secara spiritual maupun dalam kehidupan bertetangga.
Rangkaian acara ditutup dengan tausiah dan doa bersama memohon keberkahan di tahun 1448 H. Warga pun pulang dengan wajah cerah, membawa semangat baru untuk menebar kebaikan di lingkungannya.
Dengan pawai obor yang tertib dan pengajian yang khidmat, warga Kota Baru membuktikan bahwa perayaan tahun baru Islam bisa berlangsung meriah tanpa kehilangan makna. Tradisi, syiar, dan silaturahmi berpadu, menjadikan malam 1 Muharam tak sekadar pergantian kalender, tapi momentum mempererat persaudaraan.***

