Media Warga+62.My.id — Di tepi Samudra Hindia, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, abrasi dan masuknya air laut ke pemukiman sudah jadi rutinitas warga. Nelayan dan keluarga pesisir setiap hari berjuang menjaga rumah dan tambak dari kikisan ombak.
Di tengah kondisi itu, PT Permodalan Nasional Madani PNM Cabang Tasikmalaya menanam harapan baru. Bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia, PNM menggelar aksi "PNM Green Impact" dengan tema _Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang_. Sebanyak 5.000 bibit mangrove jenis Rhizophora ditanam serentak di garis pantai Pamotan.
Ekonomi Kuat Harus Ditopang Lingkungan Sehat
Selama ini PNM dikenal lewat program Mekaar yang menguatkan modal usaha ibu-ibu prasejahtera dan pelaku ultra mikro. Namun menurut Pimpinan Cabang PNM Tasikmalaya, Ara Koswara, ekonomi tidak bisa tumbuh jika lingkungan tempat tinggalnya rusak.
"Kalipucang punya kerentanan ekologis tinggi. Kalau pesisirnya rusak, ekonomi warga yang menggantungkan hidup dari laut juga ikut runtuh," ujar Ara.
Baginya, penanaman 5.000 bibit ini bukan kegiatan seremonial. Ini investasi jangka panjang untuk menjaga ruang hidup masyarakat pesisir.
"PNM Green Impact adalah bentuk nyata kepedulian kami. Selain memberdayakan ekonomi nasabah, kami juga bertanggung jawab menjaga lingkungan tempat mereka tinggal," katanya.
Gotong Royong Lintas Instansi di Lumpur Pesisir
Aksi ini jadi ajang kolaborasi. Jajaran BUMN, Pemkab Pangandaran, aparat TNI-Polri, hingga relawan turun langsung menanam di lumpur.
Turut hadir Kepala Dinas Sosial dan PMD Pangandaran Drs. Trisno, http://M.Sc., Camat Kalipucang Ruhendi, http://S.IP., Wadandim Kalipucang Asep Saepudin, dan Kepala Desa Pamotan Andi Suandi.
Dukungan juga datang dari 30 Relawan Tagana Pangandaran yang dipimpin Nana Suryana. Dari internal PNM hadir Rini Purnamasari selaku Manager Regional Mekaar Tasikmalaya II dan Hatta Hidayat Manager Bisnis ULaMM.
Drs. Trisno menilai kolaborasi ini menjadi contoh nyata perlindungan wilayah pesisir dari bencana ekologi. Setiap bibit ditanam dengan teliti agar bisa tumbuh optimal.
Manfaat Jangka Panjang untuk Bumi dan Nelayan
Penanaman mangrove ini ditargetkan memberi banyak dampak. Akarnya yang kuat akan meredam gelombang besar dan menahan abrasi, sekaligus mencegah air laut masuk ke sumur warga.
Hutan mangrove juga akan jadi tempat pemijahan ikan, udang, dan kepiting bakau. Jika ekosistem pulih, hasil tangkapan nelayan termasuk nasabah PNM Mekaar diprediksi ikut naik.
Tak hanya itu, kawasan ini punya potensi dikembangkan menjadi ekowisata berbasis masyarakat. Mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon atau _carbon sink_ untuk membantu menstabilkan iklim."Menanam hari ini, kita panen kehidupan esok," kata Ara.
Untuk memastikan bibit tumbuh, PNM Tasikmalaya bersama Tagana dan Pemdes Pamotan akan melakukan perawatan dan pemantauan rutin beberapa bulan ke depan.
Melalui langkah ini, PNM ingin menunjukkan bahwa BUMN tidak hanya bicara soal angka. Ada kepedulian nyata untuk merawat bumi. Karena menjaga pesisir hari ini, berarti mengamankan masa depan anak cucu di garis pantai.***

