Momen 10 Muharam 1448 H, Yayasan Mutiara Ilahi Setiaratu Tasikmalaya Santuni Yatim dan Dhuafa


Media Warga+62.My.id – Suasana haru dan penuh kekeluargaan menyelimuti halaman Yayasan Mutiara Ilahi,Tanjung Mekar, Kelurahan Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Kamis 25 Juni 2026. Puluhan anak yatim dan dhuafa bersama orang tua serta warga sekitar berkumpul menyambut 10 Muharam 1448 Hijriyah yang dikenal sebagai Hari Asyura.

Kegiatan santunan ini menjadi agenda rutin tahunan yayasan. Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan dari ketua yayasan,Pemerintah setempat, dan Lurah Setiaratu. Sejak sore, halaman yayasan sudah dipenuhi wajah-wajah ceria anak-anak dan jompo yang menanti uluran tangan para dermawan.

Pendiri Yayasan Mutiara Ilahi, Iman Choeruman, menegaskan komitmen lembaganya untuk istiqamah berbagi di setiap 10 Muharam. “Ini bentuk kepedulian sekaligus syiar. Islam mengajarkan kita memuliakan anak yatim dan dhuafa,” ujarnya.

Pada tahun ini, paket santunan yang diberikan berupa uang tunai kepada 60 anak yatim dan 40 jompo. Iman berharap bantuan tersebut meringankan beban sekaligus menjadi penyemangat anak-anak untuk terus belajar dan berprestasi. “Semoga ini menambah kebahagiaan dan menjadi wasilah keberkahan bagi semua,” tambahnya.

Iman tak lupa menyampaikan terima kasih kepada para agniya dan muhsinin yang telah menitipkan hartanya. “Kami hanya perantara. Amanah ini kami sampaikan kepada yang berhak. Tanpa dukungan donatur, kegiatan tidak akan berjalan lancar tiap tahun,” ucapnya.

Lurah Setiaratu, Anang Suryana, hadir langsung dan memberi apresiasi. Menurutnya, langkah Yayasan Mutiara Ilahi patut dicontoh. “Momen 10 Muharam sangat tepat untuk berbagi. Semoga ke depan makin banyak donatur yang menitipkan santunannya di sini, sehingga jangkauan penerima manfaat makin luas, termasuk para jompo,” kata Anang.

Ia juga berharap tradisi baik ini terus berlanjut dan menjadi gerakan bersama warga Setiaratu. “Kepedulian sosial adalah fondasi kerukunan. Kalau kita saling bantu, lingkungan jadi kuat,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Lantunan doa dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, keberkahan para donatur, serta kelapangan rezeki bagi seluruh kaum muslimin. Anak-anak yatim mengamini dengan khusyuk, sebagian meneteskan air mata haru.

Pengurus Yayasan Mutiara Ilahi menegaskan komitmen melanjutkan tradisi santunan tiap 10 Muharam. Mereka mengajak masyarakat luas untuk tidak melewatkan keutamaan Asyura dengan berbagi. 

Di tengah keterbatasan, senyum anak-anak yatim sore itu menjadi bukti: sekecil apa pun uluran tangan, mampu menghadirkan kebahagiaan besar. Dari Setiaratu, pesan Asyura kembali digaungkan: memuliakan yang lemah adalah jalan meraih berkah.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama