Media Warga+62.My.id – Keteladanan datang dari Kampung Ciherang Kidul RT 03 RW 01, Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibeureum. Seorang pedagang cireng, Ustadz Syarif, kembali menggelar santunan untuk 250 anak yatim piatu bertepatan dengan 10 Muharam 1448 Hijriyah, Kamis,25 Juni 2026.
Kegiatan penuh makna itu dihadiri langsung Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap aksi sosial yang konsisten digelar Ustadz Syarif.
“Muharam adalah bulan pertama dalam Tahun Baru Islam. Momentum ini harus kita jadikan pengingat untuk terus berbuat baik kepada sesama agar iman dan takwa kepada Allah SWT semakin meningkat,” ujar Diky usai acara.
Ia menyebut, santunan yang digelar tepat pada 10 Muharam bukan sekadar tradisi, melainkan wujud nyata nilai kasih sayang dan tanggung jawab sosial yang diajarkan agama. “Apa yang dilakukan Ustadz Syarif hari ini adalah contoh bagaimana kepedulian tidak menunggu kaya,” tambahnya.
Sosok Ustaz Syarif memang mencuri perhatian. Sehari-hari ia berjualan cireng keliling, namun kepeduliannya terhadap anak yatim luar biasa. Tahun ini, 250 anak menerima santunan darinya.
Yang membuat Diky bangga, aksi ini bukan kali pertama. “Pemberian santunan di bulan Muharam sudah berjalan sejak 2017. Artinya ini tahun ke-9. Belum lagi setiap Jumat ada Jumat Berkah,” ungkapnya.
Konsistensi itu, kata Diky, patut diacungi jempol. Di tengah keterbatasan, Ustaz Syarif mampu menggerakkan kepedulian dan menjadi inspirasi bagi warga lain.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Tasikmalaya, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ustaz Syarif,” tegas Diky.
Acara santunan berlangsung khidmat. Anak-anak yatim tampak sumringah menerima bingkisan dan uang tunai. Doa bersama pun dipanjatkan untuk kebaikan para donatur, keberkahan Kota Tasikmalaya.
Dari gerobak cireng sederhana, Ustaz Syarif membuktikan bahwa ketulusan bisa melahirkan gerakan besar. Di 10 Muharam, ia kembali menegaskan pesan Asyura: memuliakan anak yatim adalah jalan meraih keberkahan.***

