Media Warga+62.My.id – Semangat kebudayaan dan keislaman bertemu di Pondok Pesantren Baabussalam, Sindangsari, Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu 27 Juni 2026.
Ketua IPSI Kabupaten Tasikmalaya, H. Rd. Eres Ruslil Aeres, S.H., mengunjungi ponpes itu usai menghadiri Gebyar Muharam 1448 Hijriyah yang digelar Padepokan Pakalah Tunggal Putra Galunggung.
Kedatangannya disambut hangat oleh sesepuh Ponpes Baabussalam, KH Ade Rahmat, beserta para santri dan pengurus. Suasana akrab terasa sejak awal, dengan obrolan ringan tentang pembinaan santri dan pelestarian tradisi Sunda.
H. Eres menyebut kunjungan itu sebagai bentuk takdim dan silaturahmi. “Ini cara kami menghormati para kiai dan ulama yang istiqamah mendidik generasi. Silaturahmi membuka pintu keberkahan dan kerja sama,” ujarnya.
Menurutnya, dunia pencak silat dan pesantren memiliki titik temu yang kuat. Keduanya sama-sama membentuk karakter: disiplin, adab, dan semangat menjaga nilai luhur. “Silat tanpa akhlak bisa liar. Agama tanpa gerak juga kurang lengkap untuk anak muda. Karena itu kolaborasi penting,” katanya.
Ia menyambut baik sinergi yang sudah terjalin antara Padepokan Pakalah Tunggal Putra Galunggung dengan Ponpes Baabussalam. Selama ini, padepokan aktif membina silat dan Jaipong, sementara pesantren menjadi rumah pembinaan spiritual santri. “Kolaborasi ini bagus. Budaya dikembangkan, syiar Islam juga jalan. Anak-anak jadi punya identitas dan arah,” jelas H. Eres.
KH Ade Rahmat mengapresiasi perhatian IPSI. Ia menilai, kehadiran organisasi pencak silat di lingkungan pesantren memberi ruang positif bagi santri untuk menyalurkan energi. “Kami ingin santri kuat fisiknya, kokoh imannya, dan halus budinya. Kalau ada pelatih yang membimbing dengan nilai agama, itu yang kami harapkan,” ucapnya.
Dalam pertemuan itu, dibahas rencana kegiatan bersama ke depan. Di antaranya pelatihan dasar pencak silat untuk santri, pentas seni tradisi di acara pesantren, dan pembinaan mental-spiritual bagi atlet muda padepokan. Targetnya, lahir atlet yang tidak hanya jago di arena, tapi juga berakhlak.
H. Eres menegaskan IPSI Kabupaten Tasikmalaya akan mendorong lebih banyak padepokan bersinergi dengan pesantren dan majelis taklim. “Kami ingin ekosistem pencak silat tumbuh di lingkungan yang religius. Visi Kabupaten Tasikmalaya yang religius, maju, dan makmur bisa diwujudkan dari bawah, dari kampung dan pesantren,” tegasnya.
Silaturahmi ditutup dengan doa bersama. Para santri berebut bersalaman dengan Ketua IPSI, sebagian meminta tanda tangan di buku catatan.
Bagi warga Rancapaku, pertemuan ini jadi harapan baru. Ketika budaya, olahraga, dan pesantren duduk bersama, lahir energi untuk mencetak generasi Tasikmalaya yang tangguh, berbudaya, dan berakhlak.***

