Media Warga+62.My.id – Suara kicau bersahutan memecah pagi di arena lomba sejak matahari belum tinggi. Polres Tasikmalaya berhasil menyedot ratusan pencinta burung dalam gelaran Piala Kapolres Cup Kicau Mania, bagian dari perayaan HUT Bhayangkara ke-80.
Kompetisi bergengsi ini mempertandingkan 14 kelas yang membuat adrenalin peserta terpacu. Daya tariknya tak hanya dirasakan warga lokal. Kicau Mania dari Bandung, Cilacap, Ciamis, Banjar, Pangandaran, hingga Garut ikut turun gelanggang membawa gacoan terbaiknya.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama, hadir langsung dan mengaku takjub melihat antusiasme peserta. Menurutnya, ajang ini lebih dari sekadar lomba burung. “Ini jembatan untuk mempererat hubungan Polres dengan masyarakat, khususnya para penggemar burung. Sinergi antara kami, penyelenggara seperti Pak Haji Ijang, Kasat Reskrim, dan seluruh elemen yang hadir sangat bagus,” kata Wahyu, Sabtu 20 Juni 2026.
Lomba berlangsung ketat sejak pagi hingga sore. Sorak sorai penonton pecah setiap kali juri menancapkan bendera koncer. Melihat animo yang tinggi, Wahyu memastikan Piala Kapolres Cup akan dijadikan agenda rutin. “Insyaallah kita laksanakan setiap tahun. Para pencinta burung bisa catat jadwal dari sekarang dan siapkan gacoan untuk tahun depan,” tegasnya.
Pada edisi perdana ini, panitia fokus pada kelas Murai Batu, baik muda maupun dewasa. Kelas tersebut memang dikenal paling bergengsi di kalangan Kicau Mania karena persaingan ketat dan harga burung juara yang tinggi.
Ketua Umum Saduluran Murai Sukapura, H. Ijang Suryana, selaku penyelenggara mengaku bangga mendapat dukungan penuh dari Polres. “Ini kehormatan besar bisa menggelar acara dengan tajuk Piala Kapolres Cup. Harapan kami dan para Kicau Mania sama, semoga kegiatan ini berlanjut tiap tahun,” ujarnya.
Selain jadi ajang adu kualitas, lomba ini juga membuka peluang rezeki bagi peternak dan pedagang. Ade, yang akrab disapa Pak Oyon, peserta asal Kota Tasikmalaya, sengaja membawa burung dagangannya untuk diuji langsung di gantangan SMS.
Meski burungnya sudah 10 kali turun di kontes nasional, ini debut pertamanya di arena lokal Tasikmalaya. “Harapannya tampil stabil. Namanya burung dagangan, intinya biar makin dilirik dan cepat laku dengan harga terbaik,” selorohnya sambil tersenyum.
Suksesnya gelaran tahun ini menempatkan Piala Kapolres Cup Kicau Mania sebagai salah satu festival hobi terbesar di Priangan Timur. Kombinasi hiburan, silaturahmi, dan potensi ekonomi membuat acara ini diprediksi makin ramai tahun depan.
Bagi Kicau Mania, Kapolres Cup bukan sekadar piala. Ia adalah panggung pembuktian, tempat menjalin kawan, dan ruang bertumbuhnya ekosistem hobi yang sehat bersama Polri.***
