1.100 Anak Yatim Tasikmalaya dan Ciamis Pecah Tangis Haru Jadi Senyum di Tahun Baru Islam 1448 H


Media Warga+62.My.id – Aula Pesantren Sulalatul Huda, Paseh, Jumat 26 Juni 2026 siang terasa berbeda. Isak tangis terdengar, tapi bukan karena duka. Ratusan anak yatim piatu meneteskan air mata syukur saat dikelilingi kasih sayang para dermawan yang hadir sebagai “orang tua” sehari. 

Momen itu terjadi dalam aksi “Berbagi Bersama Anak Negeri” yang digelar bertepatan dengan 11 Muharam 1448 Hijriyah. Sebanyak 1.100 anak yatim dari Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, hingga Ciamis dikumpulkan untuk menerima perhatian, doa, dan santunan.

Kegiatan ini lahir dari kolaborasi Gandara Group, Sahabat Ryano, Irjen Kemendes PDTT, Yonif TP 939/Macan Putih, dan para ulama Kota Tasikmalaya.

Acara dibuka khidmat dengan doa untuk almarhum orang tua anak-anak yatim. Gema mahalul qiyam menggema, membuat aula makin syahdu sebelum ribuan paket bantuan disalurkan.

Kehadiran dua qori nasional, KH Abdul Jabar dan KH Abdul Jalal, menambah kekhidmatan. Bacaan ayat suci mereka menjadi penyejuk bagi semua yang hadir.

Ketua MUI Kota Tasikmalaya sekaligus Pimpinan Pesantren Sulalatul Huda, KH Muhammad Aminudin Bustomi, menyebut ini berkah besar. “Alhamdulillah di awal tahun baru Islam kita bisa membahagiakan 1.100 anak yatim dari Tasikmalaya dan Ciamis. Semoga santunan ini menjadi bekal dan keberkahan untuk masa depan mereka,” katanya.

Motivasi paling membekas datang dari Pendiri Sahabat Ryano sekaligus Ketum DPP KNPI, Muhammad Ryano Panjaitan. Ia mengingatkan anak-anak bahwa kehilangan orang tua bukan garis finish.

“Kita tidak bisa memilih lahir dari siapa. Tapi kita bisa memilih jadi apa. Belajarlah, asah dirimu. Allah menjanjikan derajat bagi orang beriman dan berilmu,” ucap Ryano.

Ia mendorong anak-anak bermimpi besar. “Kalian adalah cerminan pikiran kalian. Pikirlah seperti orang besar, agar kelak jadi orang besar,” tegasnya. Ryano berharap dari Sulalatul Huda lahir pengusaha sekelas H. Cahya Gandara, ulama seperti KH Aminudin, atau perwira TNI seperti Letkol Deddy Setya Wijaya.

Komandan Yonif TP 939/Macan Putih, Letkol Deddy Setya Wijaya, mengaku takjub dengan semangat kebersamaan di Tasikmalaya. Ia mencatat, acara ini adalah aksi sosial ke-20 yang ia ikuti hanya dalam tiga bulan bertugas.

“Tanpa sinergi dengan Gandara Group dan elemen lain, kami mungkin bingung memulai dari mana. Kolaborasi TNI, swasta, pemuda, dan ulama ini luar biasa,” ujarnya.

Letkol Deddy juga memberi semangat: “Jangan sedih jadi yatim. Banyak prajurit TNI yang dulunya yatim dan berhasil. Gantung cita-cita setinggi langit, iringi doa, terus melangkah.” pesannya.

Owner Gandara Group, H. Cahya Gandara, menegaskan kepedulian pada anak yatim adalah tanggung jawab bersama. “Kami hanya ingin melihat mereka tersenyum dan sukses. Harapannya, kelak mereka tumbuh, berhasil, lalu meneruskan kebaikan ini untuk anak-anak lain,” pungkasnya.

Di penutup Tahun Baru Islam 1448 H itu, 1.100 anak pulang membawa bingkisan dan harapan baru. Air mata rindu berganti senyum, karena mereka tahu: kesendirian mereka diputus, dan diganti rantai kebaikan yang panjang.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama