Media Warga+62.My.id - Dibalik setiap helai kain tenun yang ditenun dengan presisi, tersimpan narasi panjang tentang peradaban, kesabaran, dan identitas. Selama berabad-abad, wastra Nusantara kerap dianggap sebagai busana seremonial yang statis nan indah, namun terkurung dalam sekat tradisi yang kaku. Kini, landskap mode global menyaksikan revolusi sunyi: transformasi wastra dari sekadar kain tradisional menjadi nafas utama dalam high fashion kontemporer.
Di tengah perubahan itu, sosok perempuan inspiratif muncul sebagai jembatan antara dua dunia. Ia adalah Ny. Almira Try Suhandy MS, desainer dan fashion stylist berbakat yang kini juga mengemban amanah sebagai Ketua Penerangan dan Redaksi (Penred) Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif 321 Cabang XI Brigif 13 Koorcab Divif 1 PG Kostrad.
Sebagai pendamping Kapten Inf. Try Suhandy, Pasilog Batalyon Yonif 321 Majalengka, Ny. Almira membawa semangat inovasi ke dalam organisasi. Latar belakangnya sebagai analis senior dan desainer menjadi aset berharga. Ia bertekad membawa komunikasi dan citra Persit menjadi lebih dinamis, rapi, dan informatif, sejalan dengan perkembangan zaman digital.
Lahir di Bandar Lampung pada 16 Maret 1998, ketertarikan Almira pada seni dan desain tumbuh sejak dini. Untuk mengasah talenta alaminya, ia menempuh pendidikan tinggi di LaSalle College Internasional Jakarta, salah satu institusi mode paling bergengsi di dunia. Melalui program D4 yang telah diselesaikannya, Almira tidak hanya menguasai keahlian teknis, tetapi juga memahami industri kreatif global secara mendalam.
Perjalanan kreatifnya ditandai keberanian memadukan dua dunia yang berbeda. Karya-karyanya pernah menghiasi panggung bergengsi seperti Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF), menampilkan desain baju yang unik dan modern namun tetap membumi. Ciri khas utamanya adalah sentuhan tenun tradisional yang menghidupkan kembali wastra Nusantara, menyisipkan aksen di setiap benang keindahan.
Siluet yang dihasilkan tetap mengikuti tren global terkini: elegan, berani, dan fungsional. Dengan begitu, tenun tradisional dapat dinikmati dalam konteks gaya hidup masa kini tanpa kehilangan ruh budayanya.
“Setiap karya adalah cerita yang hidup. Melalui perpaduan motif tenun yang sarat makna dan potongan modern, saya ingin memadukan warisan leluhur dan visi masa depan,” ujarnya.
Meski telah memiliki segudang pengalaman profesional, Almira tetap rendah hati. Kiprahnya sebagai Assistant Fashion Designer di Dazluq Brand pada 2024-2025 menunjukkan ia adalah sosok yang selalu ingin berkembang dan memberikan kontribusi terbaik di manapun berada.
Kini, di tengah kesibukannya sebagai istri, ibu, dan Ketua Penred Persit, Almira membuktikan bahwa perempuan modern bisa menyelaraskan karier, organisasi, dan keluarga. Ia percaya, kreativitas adalah jembatan yang menghubungkan tradisi dengan masa depan.
Dari panggung mode hingga barisan Persit, Ny. Almira Try Suhandy membuktikan bahwa wastra Nusantara tak lagi terkurung dalam tradisi. Dengan sentuhan inovatif, kain warisan bangsa itu kini melangkah anggun di panggung dunia, membawa cerita peradaban yang tak pernah padam.***

