Media Warga+62 My.id – Yayasan Sanca Wulung Galunggung kembali menggelar acara rutin bertajuk "Ngabako Saamparan" yang diisi tawasul bersama dan tausiyah yang digelar di area Pancasila Frozen, Kota Tasikmalaya, Jum'at malam (11/06/ 2026).
Kegiatan bulanan ini menjadi ruang temu para pegiat budaya, tokoh agama, dan masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Ketua Umum Yayasan Sanca Wulung Galunggung, Ki Sanca Wulung Galunggung menegaskan, "Ngabako Saamparan" bukan sekadar ajang kumpul. “Ini agenda rutin sebulan sekali. Selain menjaga silaturahmi, kita ingin iman dan takwa juga ikut tumbuh,” ujarnya.
Ia menekankan, para pegiat budaya tidak hanya fokus menonjolkan nilai kebudayaan. Lebih dari itu, mereka berkomitmen mengembangkan nilai-nilai keagamaan agar berjalan beriringan.
“Budaya dan agama itu tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus saling menguatkan,” tegas Ki Sanca.
Acara malam itu dihadiri beragam unsur. Tampak hadir para pegiat budaya dari berbagai sanggar di Tasikmalaya. Jajaran pemerintah juga memberi dukungan langsung. Kepala Bidang Budaya Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Agus Fauzi, hadir bersama perwakilan Polres Tasikmalaya Kota, Kapolsek Tawang, serta sejumlah undangan lainnya.
Agus Fauzi mengapresiasi konsistensi Yayasan Sanca Wulung Galunggung. Menurutnya, tidak banyak komunitas yang mampu menjaga dua hal sekaligus: melestarikan budaya dan merawat nilai agama.
“Kami sangat mengapresiasi. Ini contoh baik bagaimana budaya dan religiusitas bisa hidup berdampingan dan saling mengisi,” katanya.
Senada, perwakilan Polres Tasikmalaya Kota menyambut baik inisiatif yang digagas Yayasan Sanca Wulung Galunggung ini. Ia menilai kegiatan seperti "Ngabako Saamparan" punya dampak positif bagi kondusifitas wilayah.
Karena itu, ia mengajak para budayawan untuk turut serta aktif menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. “Silaturahmi seperti ini penting. Kalau masyarakat rukun, budayanya hidup, agamanya kuat, insya Allah lingkungannya juga aman,” ucapnya.
Rangkaian acara diawali tawasul bersama, dilanjutkan tausiyah oleh Ustad Petet,(Uspet) yang mengupas pentingnya menjaga jati diri bangsa melalui budaya dan agama. Para peserta tampak khusyuk mengikuti hingga akhir acara.
Yayasan Sanca Wulung Galunggung berkomitmen terus menggelar "Ngabako Sammparan" setiap bulan. Harapannya, tradisi ini menjadi jembatan yang menyatukan nilai luhur budaya Sunda dengan semangat keagamaan, demi terwujudnya masyarakat Tasikmalaya yang religius, berbudaya, dan guyub.***
