940 Buruh Priangan Timur Dilepas Wali Kota Tasikmalaya Menuju Aksi May Day 2026 di Jakarta

Media Warga+62.My.id– Halaman Balekota Tasikmalaya berubah jadi lautan manusia, Kamis malam (30/04/2026). Sebanyak 940 pekerja dari Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Banjar, dan Ciamis berkumpul jelang keberangkatan ke Jakarta. Mereka tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nenawea (KSPSI-AGN) untuk memperingati May Day 2026.  

Deretan 18 bus pariwisata berjejer rapi. Bendera, spanduk tuntutan, dan atribut serikat mulai dikibarkan. Meski malam kian larut, semangat para buruh tak surut. Yel-yel perjuangan sesekali pecah, diselingi orasi singkat dari koordinator lapangan.  

Sekitar pukul 22.00 WIB, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan hadir melepas rombongan. Didampingi jajaran Forkopimda, Viman menyampaikan amanat singkat namun tegas.  

“Jaga keselamatan dan keamanan. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Berangkat sehat, pulang selamat,” pesan Viman di hadapan ratusan buruh.  

Viman mengaku memahami kegelisahan kaum pekerja. Ia berharap aspirasi yang dibawa ke Jakarta didengar pemerintah pusat. “Semoga apa yang menjadi tuntutan para pekerja dapat terealisasi sesuai harapan, demi kesejahteraan buruh,” ujarnya disambut tepuk tangan.  

Koordinator KSPSI AGN Wilayah Priangan Timur, Yuhendra, menyebut jumlah peserta yang diberangkatkan malam ini mencapai 940 orang. Mereka berasal dari berbagai sektor, tekstil, manufaktur, transportasi, hingga jasa.  

“Sebenarnya ada 18 tuntutan yang akan disampaikan nanti, namun ada dua tuntutan utama yang kami bawa ke Jakarta,” tegas Yuhendra. Pertama, mendesak pemerintah menghapus sistem outsourcing yang dinilai merugikan pekerja. Menurutnya, praktik outsourcing membuat buruh rentan PHK, upah murah, dan minim jaminan sosial.  

Tuntutan kedua, mendorong pengesahan undang-undang ketenagakerjaan yang baru. Saat ini RUU tersebut masih dalam tahap rancangan di DPR. Buruh ingin regulasi baru lebih berpihak, memberi kepastian kerja, dan melindungi hak-hak dasar pekerja.  

Sebelum bus bergerak, doa bersama dipimpin tokoh buruh senior. Lantunan shalawat menggema, menghadirkan suasana khidmat di tengah semangat perlawanan. Polisi dan Dishub tampak mengatur arus lalu lintas agar keberangkatan lancar.  

Rombongan Priangan Timur akan bergabung dengan puluhan ribu buruh dari seluruh Indonesia di Monas dan depan Gedung DPR, 1 Mei 2026. Aksi May Day tahun ini diprediksi jadi salah satu yang terbesar.  

Viman kembali mengingatkan agar peserta tertib selama aksi. Ia meminta koordinator memastikan seluruh anggota kembali dengan selamat ke Tasikmalaya.

“Sampaikan aspirasi dengan damai. Jaga nama baik daerah,” pesannya.  

Sekitar pukul 22.30 WIB, klakson bus meraung panjang. Rombongan 940 buruh Priangan Timur resmi bertolak ke ibu kota. Membawa spanduk, harapan, dan tuntutan: hapus outsourcing, sahkan UU Ketenagakerjaan baru.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama