Media Warga+62.My.Id – Penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa resmi memasuki babak baru. Kodim 0612/Tasikmalaya turut hadir dalam Video Conference peresmian serentak operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digelar pemerintah pusat.
Acara peluncuran di wilayah Tasikmalaya dipusatkan di Gerai Koperasi Desa Merah Putih Desa Mangunreja, Kecamatan Mangunreja. Sementara untuk skala nasional, peresmian dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Program strategis ini merupakan hasil koordinasi lintas kementerian dan lembaga di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Sinergi tersebut memastikan kesiapan di lapangan berjalan terpadu hingga ke pelosok desa.
7.200 Unit Koperasi Siap Beroperasi, Target 30.000 Unit Agustus 2026
Pembangunan infrastruktur Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia berjalan cepat, termasuk di Kabupaten Tasikmalaya. Data terbaru mencatat 7.200 unit bangunan fisik koperasi telah rampung 100 persen.
Dari jumlah itu, 1.000 unit ditetapkan sebagai angkatan pertama yang resmi beroperasi serentak, termasuk Koperasi Desa Merah Putih Desa Mangunreja. Sementara 25.000 unit lainnya masih dalam tahap konstruksi intensif.
Pemerintah menargetkan total 30.000 koperasi desa dan kelurahan selesai dibangun pada Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81.
Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Invan Ibrahim menegaskan, fasilitas koperasi yang diresmikan bukan sekadar bangunan, melainkan ekosistem bisnis desa yang lengkap.
“Gedung utama, gudang penyimpanan, gerai usaha, hingga perlengkapan operasional sudah siap. Koperasi bisa langsung melayani transaksi warga sejak hari pertama,” ujar Letkol Invan.
Ia menambahkan, fungsi gedung dirancang multifungsi agar bisa menjadi sumber pendapatan tambahan. “Gedung ini juga bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat atau disewakan untuk resepsi pernikahan. Ini akan menjadi income tambahan bagi koperasi,” jelasnya.
Pemkab Tasikmalaya Siapkan 17 Titik Lahan, Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi mengatakan pihaknya telah memfasilitasi penyediaan lahan untuk 17 titik Koperasi Desa Merah Putih. Dari jumlah itu, 10 titik sudah memasuki tahap pembangunan.
Menurut Asep, program strategis nasional seperti Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi dan Koperasi Desa Merah Putih membawa dampak nyata bagi perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya tercatat naik hingga 5,3 persen.
“Koperasi ini milik masyarakat dan anggota, bukan milik pemerintah. KDKMP akan memotong jalur distribusi barang pokok yang rumit dan menjadi mesin penggerak ekonomi di akar rumput,” tegasnya.
Tasikmalaya, Kota Bersejarah Gerakan Koperasi Indonesia
Menariknya, Tasikmalaya memiliki catatan sejarah penting dalam gerakan koperasi nasional. Kongres Koperasi Indonesia pertama digelar di kota ini pada 12 Juli 1947. Dari kongres tersebut lahir Hari Koperasi Indonesia dan organisasi nasional SOKRI atau Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memberi perhatian khusus pada Tugu Koperasi sebagai situs sejarah. Tugu yang menjadi penanda lokasi kongres pertama itu direncanakan akan diperkuat statusnya sebagai cagar budaya nasional.
Dengan hadirnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Pemkab dan Kodim 0612/Tasikmalaya berharap ekonomi desa semakin kuat, distribusi kebutuhan pokok lebih efisien, dan masyarakat memiliki wadah usaha bersama yang mandiri serta berkelanjutan.(Vhet).***
