Media Warga+62.My.Id– Barisan Muda PAN Kabupaten Tasikmalaya menuntaskan rangkaian sidang dengan satu pesan kuat: organisasi pemuda ini tidak boleh jalan di tempat. Sidang yang baru saja usai bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan, tapi menjadi titik koreksi sekaligus momentum untuk merumuskan arah gerak yang lebih progresif, berani, dan berpihak pada rakyat.
Kheldiana, ketua terpilih Barisan Muda PAN Tasikmalaya, menegaskan bahwa organisasi tidak boleh puas menjadi pelengkap struktur partai. Menurutnya, BM PAN harus tampil sebagai motor perubahan yang nyata di tengah masyarakat.
“BM PAN harus keluar dari zona nyaman. Kita tidak boleh hanya hadir saat momentum politik, tapi harus hadir di tengah persoalan masyarakat mengadvokasi, menggerakkan, dan memberi solusi. Pemuda harus menjadi pelopor, bukan pengikut,” tegas Kheldiana.
Ia menekankan pentingnya konsolidasi internal yang solid dan gerakan yang terukur. Perubahan, kata dia, tidak akan lahir dari wacana semata, melainkan dari kerja kolektif yang terorganisir.
“Kita ingin BM PAN Tasikmalaya menjadi contoh gerakan pemuda yang progresif, kritis, dan solutif. Semua program harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris DPW BM PAN Jawa Barat, Eman Sulaeman, yang memimpin jalannya persidangan, memberikan catatan tegas kepada seluruh kader. Ia mengingatkan agar BM PAN tidak kehilangan arah ideologis dan semangat juang.
“Organisasi ini harus menjadi ruang kaderisasi yang hidup, bukan sekadar simbol. Kader muda harus berani berpikir kritis, namun tetap berpijak pada nilai perjuangan partai dan kepentingan masyarakat luas,” kata Eman.
Ia juga menyoroti tantangan ke depan yang semakin kompleks. Menurutnya, jika BM PAN hanya bergerak seremonial, maka organisasi akan tertinggal.
“Tapi jika kita mampu membangun gerakan yang terstruktur, ideologis, dan responsif terhadap isu-isu rakyat, maka BM PAN akan menjadi kekuatan perubahan yang diperhitungkan di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya,” tegasnya.
Dengan kepemimpinan baru di bawah Kheldiana, harapan besar kini tertumpu pada Barisan Muda PAN Tasikmalaya untuk membuktikan diri bukan hanya sebagai organisasi, melainkan gerakan yang hidup, bergerak, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.(Vhet).***
