Media Warga+62.My.id – Asosiasi Rukun Warga Rukun Tetangga (ARWT) Kota Tasikmalaya menggelar rapat koordinasi bersama pengurus PAC dan Ranting se-Kecamatan Bungursari. Pertemuan berlangsung di Galery Rangon Bungur, Jalan Raya Mangin, Kota Tasikmalaya, Sabtu malam, 16 Mei 2026.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPC ARWT Kota Tasikmalaya, H. Odang Saripudin. Dalam arahannya, ia mengulas sejarah berdirinya ARWT di Kota Tasikmalaya sebagai wadah berhimpun para ketua RT dan RW. Menurutnya, organisasi ini lahir dari kebutuhan untuk menyatukan suara dan memperkuat peran pengurus lingkungan dalam pembangunan kota, serta memperjuangkan kesejahteraan RT/RW.
“ARWT dibentuk agar RT dan RW punya ruang konsolidasi yang jelas. Kita bukan sekadar struktur administrasi di bawah kelurahan, tapi juga mitra strategis pemerintah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ujar Odang.
Ia menegaskan, posisi RT dan RW sangat vital karena berada di garda terdepan pelayanan publik. Mulai dari penyaluran bantuan sosial, pendataan warga, pengamanan lingkungan, hingga sosialisasi program pemerintah, semuanya bertumpu pada kinerja pengurus di tingkat paling bawah.
Karena itu, ARWT berkomitmen memperkuat kapasitas pengurus melalui koordinasi rutin, pelatihan, dan komunikasi intensif dengan pemerintah daerah. Tujuannya agar program prioritas Kota Tasikmalaya bisa berjalan efektif sampai ke tingkat RW dan RT.
“Kita harus memastikan setiap kebijakan pemerintah sampai dan dipahami masyarakat. Di sisi lain, kita juga harus jadi jembatan penyampaian aspirasi warga ke pemerintah. Itulah peran strategis ARWT,” katanya.
Dalam rapat tersebut, pengurus PAC dan Ranting dari wilayah Bungursari menyampaikan berbagai dinamika di lapangan. Mulai dari kendala administrasi, kebutuhan pelatihan, hingga usulan program pemberdayaan masyarakat. Diskusi berlangsung terbuka dan menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk ditindaklanjuti DPC ARWT Kota Tasikmalaya.
Odang mengapresiasi semangat pengurus di tingkat kecamatan dan ranting. Ia menilai, kekuatan ARWT ada pada soliditas pengurusnya. Tanpa kerja sama yang baik antara DPC, PAC, dan Ranting, peran ARWT sebagai mitra pemerintah tidak akan maksimal.
“Jangan sampai kita bekerja sendiri-sendiri. Koordinasi ini penting agar langkah kita selaras. Kalau satu arah, maka program pemerintah bisa lebih cepat dirasakan manfaatnya oleh warga,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar pengurus RT dan RW menjaga netralitas dan fokus pada pelayanan. Menurutnya, ARWT harus menjadi organisasi yang profesional, bebas dari kepentingan politik praktis, dan benar-benar berpihak pada kepentingan warga.
Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari agenda konsolidasi organisasi yang akan terus dilakukan di seluruh kecamatan di Kota Tasikmalaya. Setelah Bungursari, agenda serupa dijadwalkan menyasar wilayah lain untuk memetakan kebutuhan dan memperkuat struktur organisasi.
Dengan adanya forum ini, ARWT berharap bisa mempercepat penyampaian informasi, menyelesaikan persoalan di tingkat bawah, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap peran RT dan RW.
“Kalau RT dan RW kuat, maka kota juga akan kuat. Karena pembangunan sejatinya dimulai dari lingkungan terkecil,” tutup Odang.(Endang.AG)***
