Media Warga +62 My.id– Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menggelar pelatihan kader kesehatan di Aula UPTD Puskesmas Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Rabu (29/04/2026). Kegiatan ini menyasar penanganan mandiri pneumonia pada balita melalui inhalasi aromaterapi pepermint oil dan fisioterapi dada.
Pelatihan ini merupakan bentuk nyata pengabdian masyarakat di wilayah Kecamatan Cibeureum. Puluhan peserta antusias mengikuti, mulai dari ibu-ibu yang memiliki balita, mahasiswa, kader kesehatan, hingga tenaga kesehatan Puskesmas Cibeureum.
Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab utama kematian balita di Indonesia. Karena itu, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya berupaya membekali kader dan ibu dengan keterampilan sederhana yang bisa dilakukan di rumah sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan.
Tim pengabdi yang terdiri dari Novi Enis Rosuliana, M.Kep., Ns.,Sp.Kep.An; Dr. Dini Mariani,S.Kep., Ners.,M.Kep; Lia Herliana, S.Kep., Ners.,M.Kep; dan Ema Siti Nurrohma,A.Md., Kep., memaparkan dua metode praktis. Pertama, inhalasi aromaterapi pepermint oil yang dipercaya dapat membantu melegakan saluran napas. Kedua, fisioterapi dada untuk membantu mengeluarkan dahak dan melancarkan pernapasan balita.
“Ilmu ini sengaja kami bawa langsung ke masyarakat. Tujuannya agar ibu dan kader bisa melakukan penatalaksanaan mandiri di rumah saat balita mengalami gejala awal pneumonia,” jelas Novi Enis Rosuliana.
Dalam sesi praktik, peserta diajarkan cara membuat larutan pepermint oil dengan dosis aman, teknik inhalasi yang benar, serta gerakan fisioterapi dada yang tidak melukai balita. Para ibu tampak serius mencatat dan mempraktikkan langsung di bawah bimbingan tim.
Kader kesehatan Puskesmas Cibeureum menyambut baik kegiatan ini. Menurut mereka, pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan karena banyak ibu di wilayah Cibeureum belum paham cara menangani batuk dan sesak pada balita di rumah.
“Selama ini kalau anak batuk berat, langsung panik dan bawa ke puskesmas. Sekarang kami jadi tahu langkah awal yang bisa dilakukan,” kata salah seorang kader.
Tenaga kesehatan Puskesmas Cibeureum juga menilai pelatihan ini sejalan dengan program pencegahan pneumonia di tingkat primer. Dengan adanya kader yang terlatih, deteksi dini dan penanganan awal bisa dilakukan lebih cepat.
Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menegaskan, kegiatan pengabdian masyarakat tidak berhenti sampai disini, tapi akan rutin dilakukan, dan rencananya akan dilaksanakan juga di berbagai wilayah. Tujuannya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menjaga kesehatan, terutama kelompok rentan seperti balita.
Melalui inhalasi aromaterapi dan fisioterapi dada, diharapkan angka komplikasi pneumonia pada balita di Cibeureum bisa ditekan. Ilmu sederhana, dampaknya besar bagi kesehatan anak-anak di masa depan.(Vet)***

