Media Warga+62.My.Id – Studio Siniar UPA Perpustakaan Universitas Siliwangi dipadati antusiasme mahasiswa, Senin (06/04/2026). Pasalnya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd.Diky Candra Negara, hadir sebagai bintang tamu dalam podcast “Teman Bicara” yang diinisiasi Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Unsil.
Mengusung tema “Haru Baru dari Panggung Selebritas ke Panggung Politik”, kehadiran Diky Candra langsung menyita perhatian. Sosok yang lama dikenal di dunia hiburan itu kini berbagi cerita tentang perjalanan transformasinya: meninggalkan gemerlap panggung seni menuju pengabdian di jalur politik.
“Setiap fase hidup pasti punya tantangan masing-masing. Tapi di balik itu, selalu ada peluang lebih besar untuk memberi manfaat ke masyarakat,” tutur Diky dalam suasana diskusi yang mengalir hangat dan komunikatif.
Di hadapan peserta, Diky menegaskan tiga hal yang menurutnya wajib dipegang seorang pemimpin: idealisme, kejujuran, dan komitmen. Ia juga mendorong anak muda agar tidak takut masuk ke ruang publik. “Asal punya niat baik, mau belajar, dan siap berproses, jangan ragu untuk ikut berkontribusi,” ucapnya.
“Teman Bicara” sendiri merupakan terobosan UPA Perpustakaan Unsil untuk menciptakan ruang dialog yang terbuka. Program ini tidak hanya menyoroti hal akademis, tetapi juga dirancang agar inspiratif dan nyambung dengan dinamika sosial kekinian. Podcast ini diharapkan bisa menjembatani tokoh publik dengan masyarakat, terutama mahasiswa, untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, dan nilai kehidupan.
Di sela acara, Kepala Perpustakaan Universitas Siliwangi, Budi Riswandi, menegaskan bahwa Perpustakaan Unsil terbuka untuk semua kalangan, termasuk pelajar. “Perpustakaan Unsil bukan eksklusif milik mahasiswa Unsil. Siapa pun yang ingin membaca, silakan datang,” katanya.
Budi yang akrab disapa Bode menjelaskan, perpustakaan kini bertransformasi. Tidak lagi sekadar tempat membaca, tetapi juga ruang untuk bermain dan berkarya. “Kami siapkan fasilitas komputer bagi mahasiswa yang belum punya laptop, biar bisa tetap mengerjakan tugas di sini,” ujarnya.
Menurut Bode, langkah itu sejalan dengan amanat Undang-Undang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Saat ini Perpustakaan Unsil memiliki koleksi sekitar 50 ribu eksemplar dengan 40 ribu judul buku dari beragam disiplin ilmu.
Minat masyarakat pun terbilang tinggi. Data kunjungan mencatat rata-rata 12 ribu orang datang ke Perpustakaan Unsil setiap bulan. “Pengetahuan adalah hak semua orang. Bagi yang ingin membaca dan memperluas wawasan, pintu kami selalu terbuka,” tutup Bode.***
