Media Warga+62.My.id - Institut Agama Islam (IAI) Tasikmalaya kini resmi bertransformasi menjadi Universitas Islam Tasikmalaya (UNITAS). Perubahan status itu tertuang dalam Surat Keputusan Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 113 Tahun 2026 yang diterima langsung oleh Rektor UNITAS, Dr. Ade Zaenul Mutaqin,M.Ag.
Sebagai wujud syukur atas capaian tersebut, UNITAS menggelar acara Tasyakur Binni’mah yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal di Aula Kampus UNITAS, Jl. Noenoeng Tisna Saputra, Kota Tasikmalaya, Kamis (09/04/2026).
Suasana hangat dan penuh kebahagiaan terasa sepanjang acara. Hadir dalam kegiatan itu jajaran civitas akademika UNITAS, pembina yayasan, pimpinan pondok pesantren, alumni, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Rektor UNITAS, Dr. Ade Zaenul Mutaqin,M.Ag, tak kuasa menyembunyikan rasa syukur atas transformasi IAIT menjadi universitas. Ia menyebut perjalanan menuju status universitas bukan hal yang mudah dan membutuhkan proses panjang.
“Pencapaian ini bukan hal yang mudah. Setelah melalui proses perjalanan panjang, akhirnya IAIT kini resmi menjadi Universitas Islam Tasikmalaya,” ujar Ade Zaenul disambut tepuk tangan hadirin.
Ia menjelaskan, transformasi menjadi universitas telah memenuhi sejumlah syarat ketat dari Kementerian Agama. Saat ini UNITAS memiliki 9 program studi dan dua Fakultas. dengan tenaga pengajar tetap berkualifikasi S2 dan S3. Sarana prasarana kampus juga dinilai memadai dan seluruh prodi telah lulus akreditasi.
“Dengan status universitas, ruang pengembangan keilmuan menjadi lebih luas. Kami tidak hanya fokus pada rumpun ilmu agama, tetapi juga membuka peluang pengembangan prodi umum yang relevan dengan kebutuhan zaman,” jelasnya.
Ade Zaenul menegaskan UNITAS membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, terutama di bidang pendidikan agama Islam. Pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 disebutnya sudah mulai disiapkan dengan skema beasiswa bagi santri dan keluarga kurang mampu.
Ia berharap kehadiran UNITAS menjadi kebanggaan warga Tasikmalaya sekaligus kawah candradimuka bagi lahirnya cendekiawan muslim yang berkontribusi untuk daerah, Indonesia, bahkan dunia.
Ia yakin, label universitas akan mendongkrak kepercayaan publik dan minat calon mahasiswa. Apalagi Tasikmalaya dikenal sebagai Kota Santri dengan basis pesantren yang kuat, sehingga kebutuhan akan pendidikan tinggi Islam berkualitas sangat tinggi.
“UNITAS hadir di Tasikmalaya untuk Indonesia, bahkan untuk dunia. Kami ingin mencetak lulusan yang berakhlak, kompeten, dan siap menjawab tantangan global,” tegasnya.
Transformasi ini disambut baik berbagai kalangan. Pimpinan Pondok Pesantren Sukahideng, Drs.KH. Ii Abdul Basith Wahab, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh jajaran IAIT atas capaian tersebut.
Menurutnya, perubahan dari institut menjadi universitas bukan sekadar ganti nama. Lebih dari itu, harus diiringi peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.
“Bukan sekadar perubahan nama, tapi diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan dalam mencerdaskan umat. Kami yakin UNITAS mampu menjadi mercusuar keilmuan Islam di Priangan Timur,” kata KH. Ii Abdul Wahab.
Acara Tasyakur Binni’mah ditutup dengan pemberian hadiah penghargaan bagi para peserta perlombaan design logo UNITAS, dilanjutkan doa bersama dan ramah tamah. Seluruh hadirin larut dalam suasana haru sekaligus bangga, menandai babak baru perjalanan IAIT yang kini menapaki jalan sebagai Universitas Islam Tasikmalaya.(Vet)***
