Media Warga+62.My.id – Upaya menekan risiko penyakit tidak menular di Kota Tasikmalaya terus digencarkan. Salah satunya lewat Program Gerakan Cegah Hipertensi (GERCEP), yang resmi diluncurkan di GOR Kelurahan Mugarsari, Senin (17/03/2025).
Program ini jadi langkah awal menggandeng seluruh pemangku kepentingan. Hadir dalam launching mulai dari pihak Kelurahan Mugarsari, Kepala Puskesmas Sangkali, penanggung jawab program Penyakit Tidak Menular (PTM), kader kesehatan, hingga perwakilan RW. Sinergi ini diharapkan jadi kunci keberlanjutan program di tingkat warga.
GERCEP dirancang sederhana tapi tepat sasaran: mendorong perubahan perilaku lewat aktivitas fisik dan edukasi kesehatan. Ketua Pelaksana, Falysa Rahadatul Aisyi, menyebut fokus utama program adalah senam rutin yang dikombinasikan dengan penyuluhan.
“Kami menghadirkan Program Gerakan Cegah Hipertensi yang berfokus pada peningkatan aktivitas fisik masyarakat melalui kegiatan senam rutin yang dikombinasikan dengan edukasi kesehatan,” tegas Falysa.
Urgensi GERCEP tak lepas dari data yang mengkhawatirkan. Riskesdas Kementerian Kesehatan RI 2018 mencatat tren peningkatan prevalensi hipertensi di Indonesia. Banyak penderita tidak sadar hingga muncul komplikasi. Di level lokal, Puskesmas Sangkali mencatat 205 warga Mugarsari sudah terdiagnosis hipertensi.
Hasil pengkajian lapangan mengungkap tiga faktor risiko dominan,diantaranya rendahnya aktivitas fisik, konsumsi garam berlebih, dan pemahaman warga yang masih sebatas pola makan. Padahal hipertensi butuh intervensi gaya hidup menyeluruh.
Launching GERCEP diikuti sekitar 20 peserta dan berlangsung khidmat. Acara dibuka dengan registrasi, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan menyanyikan Indonesia Raya. Sambutan disampaikan Ketua Pelaksana, dosen pengampu, pihak kelurahan, hingga Kepala Puskesmas.
Puncak acara ditandai pemaparan program dan peresmian simbolis, ditutup penyerahan plakat, doa, dan dokumentasi.
Implementasi dimulai 19 Maret 2025 lewat senam bersama warga. GERCEP akan berjalan rutin satu kali seminggu di tiap RW. Jadwal disesuaikan kesepakatan kader dan warga agar partisipasi maksimal.
“Kami berharap program ini tidak hanya berjalan pada tahap awal saja, tetapi dapat dilanjutkan secara rutin oleh kader, didukung oleh pihak kelurahan, serta diikuti secara aktif oleh masyarakat,” tambah Falysa.
Mugarsari punya modal sosial kuat untuk sukseskan GERCEP. Kader kesehatan tersedia di tiap RW, beberapa wilayah punya fasilitas olahraga, serta posyandu dan posbindu rutin digelar. Dukungan program promotif-preventif dari puskesmas jadi peluang strategis.
Tantangan tetap ada. Fasilitas olahraga belum merata, penyampaian informasi oleh kader masih terbatas, dan partisipasi warga dalam kegiatan kesehatan masih rendah. Di sinilah peran kolaborasi diuji.
GERCEP merupakan inisiatif mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi angkatan 2024 semester 4. Program dijalankan bersama Puskesmas Sangkali dan Kelurahan Mugarsari. Kader kesehatan jadi motor penggerak di lapangan, terutama untuk kegiatan promotif dan preventif.
Ke depan, GERCEP ditargetkan membentuk kebiasaan hidup aktif, menjaga kestabilan tekanan darah warga, serta meningkatkan literasi kesehatan soal hipertensi. Lebih jauh, program ini diharapkan jadi model intervensi berbasis masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat dan menekan penyakit tidak menular secara berkelanjutan.***
