Media Warga+62.My.id - Otoritas Jasa Keuangan bersama Bursa Efek Indonesia Wilayah Jawa Barat, Politeknik LP3I Tasikmalaya, dan KISI Sekuritas Indonesia meresmikan Galeri Investasi Syariah di Kampus LP3I Tasikmalaya, Jl. Ir. H. Djuanda, Kota Tasikmalaya, Selasa (14/04/2026).
Peresmian dihadiri Direktur Politeknik LP3I Tasikmalaya, Rudi; Kepala BEI Wilayah Jawa Barat, Ahmad Dirgantara, Online Business Director KISI Sekuritas Indonesia, Yang Seok Mo, jajaran akademisi, pelaku industri jasa keuangan, dan ratusan mahasiswa.
Mewakili Kepala OJK Tasikmalaya, Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, serta Layanan Manajemen Strategis, Suharna, menegaskan galeri ini bukan sekadar ruang edukasi.
“Galeri Investasi Syariah diharapkan tidak hanya menjadi sarana edukasi, tapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkuat pemahaman mengenai investasi syariah yang legal, logis, dan berorientasi jangka panjang,” kata Suharna.
Ia menekankan pentingnya sinergi dunia pendidikan dengan industri jasa keuangan untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan, khususnya di pasar modal syariah. Dukungan OJK diwujudkan lewat pendampingan berkelanjutan terhadap Galeri Investasi Syariah Politeknik LP3I Tasikmalaya.
Di tengah masifnya digitalisasi, Suharna mengingatkan mahasiswa agar tetap waspada terhadap risiko investasi. Maraknya penawaran investasi ilegal dan penipuan berkedok investasi menjadi ancaman nyata bagi investor pemula.
Karena itu, OJK terus mendorong penerapan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis. Legal berarti memastikan pihak dan produk yang ditawarkan sudah berizin OJK. Logis berarti menilai kewajaran imbal hasil secara rasional.
“Kalau ditawari untung besar dalam waktu singkat, tanpa risiko, itu patut dicurigai,” tegasnya.
Kepala BEI Wilayah Jawa Barat, Ahmad Dirgantara, menyambut positif hadirnya galeri ke-12 di Priangan Timur ini. Menurutnya, kampus menjadi tempat strategis mencetak investor syariah yang paham risiko.
“Mahasiswa bisa langsung praktik analisis, buka rekening efek syariah, dan diskusi dengan perusahaan sekuritas. Jadi tidak hanya teori,” ujarnya.
Direktur Politeknik LP3I Tasikmalaya, Rudi, menyebut galeri ini akan diintegrasikan ke kurikulum. Mahasiswa tidak hanya belajar investasi, tapi juga dilatih menjadi duta literasi keuangan untuk masyarakat.
“Kami ingin lulusan LP3I melek finansial dan bisa mengedukasi lingkungannya,” kata Rudi.
Sementara itu, Online Business Director KISI Sekuritas Indonesia, Yang Seok Mo, menyatakan kesiapan pihaknya mendampingi mahasiswa. KISI akan menempatkan satu penasihat investasi di galeri untuk membimbing praktik transaksi saham syariah secara berkala.
Dengan diresmikannya Galeri Investasi Syariah ini, LP3I Tasikmalaya resmi bergabung dalam jaringan lebih dari 800 galeri investasi di Indonesia. OJK berharap langkah ini mempercepat pertumbuhan investor syariah ritel yang berkualitas dari Tasikmalaya dan sekitarnya, sekaligus membentengi generasi muda dari jebakan investasi bodong.(Vet)***
