Media Warga+62.My.id-Tim Penggerak PKK Kota Tasikmalaya menggelar Rapat Konsultasi yang dirangkai dengan Halal Bihalal di Aula Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Rabu (08/04/2026).
Kegiatan ini diikuti seluruh pengurus PKK dari tingkat kota hingga kecamatan se-Kota Tasikmalaya. Momen pasca-Lebaran dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyatukan langkah kerja organisasi perempuan terbesar di Kota Tasikmalaya tersebut.
Ketua TP-PKK Kota Tasikmalaya, dr. Elvira Kamarrow Putri, mengatakan rapat konsultasi ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi program yang sudah berjalan sekaligus menyusun rencana kerja ke depan agar lebih terarah dan berdampak.
“Kegiatan ini merupakan acara Rapat Konsultasi sekaligus Halal Bihalal para pengurus PKK Kota Tasikmalaya. Momen ini untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun kembali semangat pengabdian,” ujar Elvira.
Menurutnya, evaluasi rutin diperlukan agar program PKK benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Rapat juga menjadi sarana menyamakan persepsi antar-pengurus supaya tidak ada tumpang tindih kegiatan di lapangan.
Pada kesempatan itu, Elvira menginstruksikan para Ketua Kelompok Kerja (Pokja) untuk fokus menjalankan program prioritas sesuai bidang masing-masing. Ia menekankan program PKK harus menyentuh persoalan riil di masyarakat.
Pokja 1 diminta berfokus pada isu pernikahan dini serta kekerasan terhadap perempuan dan anak yang angkanya masih cukup tinggi di Kota Tasikmalaya. Salah satu langkah konkretnya adalah program _Go to School_ yang menyasar pelajar SMP dan SMA.
“Anak-anak harus paham risiko pernikahan dini, baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun ekonomi. Lewat _Go to School_ kami masuk ke sekolah, edukasi langsung, libatkan guru dan orang tua,” jelas Elvira.
Sementara itu, Pokja 2 diarahkan untuk memperkuat ekonomi dan ketahanan keluarga melalui pengembangan UMKM. PKK akan mendampingi pelaku usaha mikro, terutama ibu rumah tangga, dalam hal pelatihan, pengemasan, hingga pemasaran digital agar naik kelas.
Untuk Pokja 3, fokus utama adalah mendukung percepatan penurunan angka stunting. Program yang dijalankan meliputi edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga gerakan konsumsi protein hewani di tingkat dasawisma.
“Stunting ini kerja bareng. PKK ada di rumah-rumah warga, jadi kami pastikan edukasi sampai ke dapur,” kata Elvira.
Adapun Pokja 4 ditugaskan meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat. Mulai dari kebiasaan cuci tangan, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga pemanfaatan pekarangan untuk tanaman obat keluarga.
Meski dalam waktu dekat akan menunaikan ibadah haji, Elvira memastikan seluruh kegiatan PKK Kota Tasikmalaya tetap berjalan seperti biasa. Ia percaya pada soliditas dan kekompakan pengurus yang sudah terbangun selama ini.
“Saya mau berangkat haji, tapi program PKK tidak boleh berhenti. Saya yakin dengan tim yang ada. Semua ketua pokja sudah paham tugasnya, kader di lapangan juga militan,” tegasnya.
Rapat Konsultasi juga menghasilkan sejumlah kesepakatan, di antaranya memperkuat pendataan keluarga berbasis dasawisma, mengoptimalkan peran PKK kelurahan sebagai ujung tombak program, serta memperluas kolaborasi dengan OPD teknis seperti Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, dan Dinas Koperasi UMKM.
Dengan arah program yang jelas dan semangat kebersamaan pasca-Halal Bihalal, TP-PKK Kota Tasikmalaya optimistis mampu memberi kontribusi nyata dalam menurunkan stunting, menekan pernikahan dini, menggerakkan UMKM, dan membudayakan PHBS.
“PKK itu kerja senyap tapi hasilnya nyata. Dari keluarga untuk kota,” pungkas dr.Elvira.***
