Halal Bihalal Manonjaya Dihadiri 500 Warga, Jadi Ajang Perkuat Sinergi Ulama, Umaro, dan Masyarakat

Media Warga+62.My.id - Halal bihalal tingkat Kecamatan Manonjaya yang digelar di Masjid Agung Manonjaya berubah menjadi ajang silaturahmi akbar. Lebih dari 500 peserta dari unsur pemerintah, tokoh agama, pesantren, dan masyarakat tumpah ruah dalam kegiatan yang berlangsung khidmat sekaligus penuh keakraban, Rabu (08/04/2026).

Ketua KUA Manonjaya, H. In In Nurul Hidayat, http://S.Ag, http://M.Pd.I, menuturkan kegiatan ini bertujuan memperkuat ikatan sosial yang selama ini sudah terjalin di wilayah Manonjaya. Menurutnya, halal bihalal bukan sekadar tradisi pasca-Lebaran, melainkan ruang konsolidasi seluruh elemen daerah.

“Momentum halal bihalal ini menjadi ajang silaturahim yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kolaborasi seluruh unsur di Manonjaya semakin terlihat meskipun tidak semua bisa hadir,” ujarnya.

Partisipasi tahun ini melonjak signifikan dibanding sebelumnya. Jika tahun lalu hanya dihadiri sekitar 250 orang, kali ini jumlah peserta menembus 500 orang. Masjid Agung Manonjaya pun dipenuhi jemaah hingga ke pelataran.

“Kehadiran para tokoh, termasuk dari Kasepuhan Miftahul Huda, menjadi anugerah bagi Manonjaya. Ini menunjukkan sinergitas yang terus terbangun antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat,” kata In In.

Melalui kegiatan ini, pemerintah kecamatan berharap hubungan yang telah terjalin dapat semakin kuat. Sinergi tiga pilar—umaro, ulama, dan masyarakat—diyakini menjadi kunci suksesnya berbagai program pembangunan, mulai dari keagamaan, sosial, hingga ekonomi.

“Kami ingin sinergitas ini terus terjaga agar seluruh program bisa berjalan dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Camat Manonjaya, Drs. Firman, menegaskan halal bihalal merupakan momentum mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Ia mengapresiasi antusiasme warga yang hadir dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan keagamaan maupun sosial di kecamatan.

“Saya ingin mengapresiasi masyarakat Kecamatan Manonjaya yang telah bekerja sama dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan dan sosial di kecamatan kita,” ujarnya.

Firman mengajak seluruh elemen untuk terus meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, Kecamatan Manonjaya memiliki potensi besar untuk berkembang dan maju di berbagai bidang.

“Saya yakin bahwa dengan kerja sama dan partisipasi kita semua, kita dapat mencapai kemajuan yang lebih baik. Potensi Manonjaya sangat besar, tinggal bagaimana kita kelola bersama,” kata Firman.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi menyukseskan halal bihalal tahun ini. Mulai dari panitia, DKM Masjid Agung, unsur TNI-Polri, tokoh pesantren, hingga ibu-ibu majelis taklim yang menyiapkan konsumsi secara swadaya.

“Saya berharap acara ini dapat mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah di kalangan masyarakat Manonjaya,” pungkasnya.

Halal bihalal diisi dengan tausiah kebangsaan, doa bersama, dan ramah tamah. Kehadiran Kasepuhan Miftahul Huda sebagai salah satu pesantren besar di Manonjaya memberi warna tersendiri. Para santri turut membantu pengaturan jemaah dan parkir, mencerminkan kuatnya kolaborasi pesantren dengan pemerintah.

Dengan jumlah peserta yang berlipat dari tahun sebelumnya, Halal Bihalal Manonjaya 2026 menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan di tingkat akar rumput terus tumbuh. Pemerintah kecamatan optimistis, modal sosial ini akan memudahkan akselerasi program pembangunan, mulai dari penurunan stunting, penguatan ekonomi umat, hingga penataan lingkungan berbasis partisipasi warga.(Vet)***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama